<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Fakultas Dakwah</title>
<link href="http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/27" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Skripsi Mahasiswa Fakultas Dakwah</subtitle>
<id>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/27</id>
<updated>2026-04-30T19:57:54Z</updated>
<dc:date>2026-04-30T19:57:54Z</dc:date>
<entry>
<title>Hubungan Shalat Hajat 12 Rakaat terhadap Kepatuhan Santri Pada Peraturan Pesantren di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo</title>
<link href="http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/480" rel="alternate"/>
<author>
<name>Farhani, Shabrina</name>
</author>
<id>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/480</id>
<updated>2026-01-09T19:51:45Z</updated>
<published>2025-07-29T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Shalat Hajat 12 Rakaat terhadap Kepatuhan Santri Pada Peraturan Pesantren di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo
Farhani, Shabrina
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan shalat hajat 12 rakaat terhadap kepatuhan santri pada peraturan pesantren. Kepatuhan santri merupakan aspek penting dalam proses pendidikan di pesantren yang tidak hanya berkaitan dengan kedisiplinan tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai spiritual. Shalat hajat sebagai ibadah sunnah memiliki potensi untuk mempengaruhi aspek psikologis dan moral santri yang pada akhirnya dapat berdampak pada tingkat kepatuhan mereka. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya kepatuhan sebagian santri dalam menjalankan tata tertib pondok pesantren, serta inisiatif dari pihak pesantren untuk mengadakan shalat hajat 12 rakaat sebagai bentuk pembinaan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian ini berjumlah 160 Santri Putri Asrama al-Iflah Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket dengan skala likert. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara intensitas pelaksanaan shalat hajat dan kepatuhan santri pada peraturan pesantren, dengan nilai korelasi pearson sebesar 0,973 dan signifikansi 0,000. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik ibadah yang dilakukan secara rutin dan ikhlas dapat membentuk sikap disiplin serta meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan. Dengan demikian, pelaksanaan shalat hajat dapat dijadikan sebagai salah satu strategi dalam membentuk karakter dan kedisiplinan santri di lingkungan pesantren.
</summary>
<dc:date>2025-07-29T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Nilai-Nilai Konseling pada 5 Wasiat Kiai As’ad (Studi Eksplorasi)</title>
<link href="http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/479" rel="alternate"/>
<author>
<name>Mufidah, Hindatul</name>
</author>
<id>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/479</id>
<updated>2026-01-09T19:51:04Z</updated>
<published>2025-07-28T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Nilai-Nilai Konseling pada 5 Wasiat Kiai As’ad (Studi Eksplorasi)
Mufidah, Hindatul
Banyaknya santri dan alumni pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo berkeinginan agar menjadi santri yang sesuai dengan keinginan Kiai As’ad atau dapat disebut dengan Khairul Ummah, dalam hal tersebut peneliti mengeksplorasi tentang pesan Kiai As’ad Dalam wasiatnya dalam pandangan konseling. Konseling pada perkembangannya mamberikan makna pada individu atau masyarakat yang disebut dengan nilai. Nilai pada konseling memuat materi. materi yang diberikan pada konseli bertujuan menyelesaikan masalah. Berbicara materi nilai konseling salah satunya terdapat pada Lima (5) Wasiat Kiai As’ad. Wasiat Kiai As’ad, salah satunya, nilai etika, tanggung jawab, nilai utama dalam hidup, dan nilai spiritual dan keagamaan. Wasiat Kiai As’ad diberikan oleh para santri dan alumni pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo agar hidup jaya dan selamat. Metode penelitian yang dapat digunakan yaitu metode penelitian kualitatif yang mempunyai tujuan untuk mengeksplorasi makna di balik nilai-nilai konseling pada 5 wasiat Kiai As’ad, pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, yang bertujuan untuk memperkuat fakta dan opini. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan nilai-nilai konseling yang terdapat pada lima Lima (5) Wasiat Kiai As’ad yaitu, nilai empati, nilai tanggung jawab, nilai utama dalam hidup, nilai spiritual dan keagamaan.
</summary>
<dc:date>2025-07-28T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Bimbingan Pranikah bagi Calon Pengantin dalam Pencegahan Perceraian di KUA Kecamatan Banyuputih</title>
<link href="http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/478" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kamila, Fajrin</name>
</author>
<id>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/478</id>
<updated>2026-01-09T19:50:58Z</updated>
<published>2025-08-02T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Bimbingan Pranikah bagi Calon Pengantin dalam Pencegahan Perceraian di KUA Kecamatan Banyuputih
Kamila, Fajrin
Angka perceraian yang terus meningkat menjadi persoalan serius dalam ketahanan keluarga di Indonesia. Salah satu upaya strategis dalam mencegah perceraian adalah melalui bimbingan pranikah yang diberikan kepada calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran bimbingan pranikah dalam mencegah perceraian serta mengevaluasi efektivitas pelaksanaannya di Kantor Urusan Agama Kecamatan Banyuputih. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan field research. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan pranikah yang dilaksanakan di KUA Kecamatan Banyuputih memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman calon pengantin terhadap nilai-nilai pernikahan, tanggung jawab suami istri, serta keterampilan komunikasi dalam menyelesaikan konflik. Bimbingan ini terbukti mampu memperkuat kesiapan emosional dan spiritual pasangan sehingga berpotensi menekan angka perceraian di masa mendatang.
</summary>
<dc:date>2025-08-02T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pendekatan Konseling Behavioral dengan Teknik Selfmanagement untuk Menurunkan Perilaku Membolos Siswa Komuter di Lembaga MTs Bustanul Huffadz Sumbernangka Arjasa Sumenep</title>
<link href="http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/477" rel="alternate"/>
<author>
<name>Fitriani, Yuni</name>
</author>
<id>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/477</id>
<updated>2026-01-09T19:50:50Z</updated>
<published>2025-07-02T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pendekatan Konseling Behavioral dengan Teknik Selfmanagement untuk Menurunkan Perilaku Membolos Siswa Komuter di Lembaga MTs Bustanul Huffadz Sumbernangka Arjasa Sumenep
Fitriani, Yuni
Perilaku membolos merupakan salah satu permasalahan kedisplinan yang sering dijumpai di lingkungan pendidikan dan dapat berdampak negatif terhadap prestasi akademik siswa serta perkembangan sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan konseling behavioral dengan teknik self-management untuk menurunkan perilaku membolos siswa komuter. Pendekatan behavioral berfokus pada perubahan perilaku melalui penguatan positif dan pengeloaan konsekuensi, sedangkan teknik self-management memungkinkan individu untuk mengenali, mengontrol, dan mengubah perilaku tidak adaptif secara mandiri. Dalam implementasinya, konseling dilakukan melalui tahap-tahap monitoring diri, evaluasi diri. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research). Peneliti mewawancarai beberapa pihak informan yang digunakan guru wali kelas, dan teman dekat dari konseli yang juga sekelas dengan konseli. Hasil penelitian ini bahwa konseli sudah mulai banyak berubah dan tidak melakukan perilaku membolos lagi di sekolahnya dan sudah sering hafalan al-Qur’an kepada wali kelasnya. Saran buat siswa komuter agar tidak lagi mengulangi perbuatan yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain yang berada disekitarnya. Sehingga konseli tidak lagi tertinggal target hafalan al-Qur’an, materi pelajaran di kelas. Serta diharapkan untuk selalu tertib dan taat terhadap peraturan di sekolah.
</summary>
<dc:date>2025-07-02T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
