<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini</title>
<link href="http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/39" rel="alternate"/>
<subtitle>Koleksi Skripsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Strata Satu (S1)</subtitle>
<id>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/39</id>
<updated>2026-04-30T19:46:29Z</updated>
<dc:date>2026-04-30T19:46:29Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengembangan Alat Permainan Edukatif Mystery BOX untuk Meningkatkan Capaian Pembelajaran Elemen Jati Diri Anak Usia 5-6 Tahun di RA Al Hidayah III Kertosari Tahun Pelajaran 2023/2024</title>
<link href="http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/171" rel="alternate"/>
<author>
<name>Mubarokah, Risqotim</name>
</author>
<id>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/171</id>
<updated>2025-11-24T16:26:24Z</updated>
<published>2024-08-27T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengembangan Alat Permainan Edukatif Mystery BOX untuk Meningkatkan Capaian Pembelajaran Elemen Jati Diri Anak Usia 5-6 Tahun di RA Al Hidayah III Kertosari Tahun Pelajaran 2023/2024
Mubarokah, Risqotim
Kesehatan gigi pada anak sangatlah penting dijaga sejak dini. Menjaga kesehatan anak sejak dini terkadang lengah Dan menganggap anak masih belum memerlukan perawatan. Bagi pendidik kebersihan gigi menjadi wajib hukumnya karena ia akan menjadi objek pemandangan utama bagi peserta didik. Secara realita anak sangat dekat dengan permainan maka dari itu di rasa perlu untuk membuat sebuah alat permainan edukatif yang dapat memberikan dorongan pada anak agar anak senang merawat gigi. Oleh karnanya peneliti mendesain permainan edukatif yaitu alat permainan edukatif mystery box. Adapun tujuan penelitian adalah sebagai berikut: (1) Untuk mendeskripsikan bagaimana proses pengembanga Alat Permainan Edukatif Mystery Box Untuk Meningkatkan Capaian Pembelajaran Elemen Jati Diri Anak Usia 5-6 Tahun di RA Al Hidayah III Kertosari Tahun 2023/2024. (2) Untuk mengetahui kelayakan Alat Permainan Edukatif Mystery Box dalam Meningkatkan Capaian Pembelajaran Elemen Jati Diri Anak Usia 5-6 Tahun di RA Al Hidayah III Kertosari Tahun 2023/2024 Penelitian ini menggunakan metode penelitian research and development (RnD). Tempat penelitian yang ditempati adalah RA Al-Hidayah III Kertosari. Dalam penelitian ini digunakan berbagai macam kumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) Proses pengembangan alat permainan edukatif mystery box melalui 9 tahapan. Tahap yang pertama Potensi dan Masalah. Yang kedua Pengumpulan Data. Ketiga, desain Produk. Keempat Validasi Desain. Kelima, Revisi Produk. Keennam Uji Coba Awal Produk. Ke tujuh, Revisi Produk. Kedelapan Uji Coba Produk. Yang terakhir Revisi Produk. (2) dan kelayakan pada Alat Permainan Edukatif Mystery Box untuk Meningkatkan Capaian Pembelajaran Elemen Jati Diri Anak Usia 5-6 memperoleh kriteria sangat layak dengan jumlah skor 37, 36 dan 35 dari skor total 40 40 dan 36 dan rata-rata skor 3,7; 3,6; 3,8 dengan persentase 92,5%; 90,6%; 97,2%. Sedangkan persentase yang dihasilkan masing-masing anak mulai dari 75%- 95,8% dan Kelayakan pada alat permainan edukatif mystery box yaitu dengan menggunakan beberapa tahap yang terdiri dari validasi beberapa para ahli seperti ahli media, ahli materi, dan Ahli pembelajaran serta uji coba terhadap alat permainan edukatif mystery box.
</summary>
<dc:date>2024-08-27T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Meningkatkan Sosial Emosional Anak melalui Metode Bermain Peran pada Anak Usia Dini Kelompok B di TK PGRI 6 Arjasa pada Tahun Pelajaran 2023/2024</title>
<link href="http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/170" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sugiarsih</name>
</author>
<id>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/170</id>
<updated>2025-11-24T16:24:03Z</updated>
<published>2024-08-27T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Meningkatkan Sosial Emosional Anak melalui Metode Bermain Peran pada Anak Usia Dini Kelompok B di TK PGRI 6 Arjasa pada Tahun Pelajaran 2023/2024
Sugiarsih
Masalah ketuntasan dalam belajar merupakan masalah yang penting, sebab menyangkut masa depan peserta didik, lebih-lebih bagi mereka yang mengalami kesulitan belajar. Pendekatan pembelajaran tuntas adalah salah satu usaha dalam pendidikan yang bertujuan untuk memotivasi peserta didik mencapai penguasaan terhadap kompetensi tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan proses meningkatkan sosial emosional anak melalui metode bermain peran pada Anak Usia Dini kelompok B di TK PGRI 6 Arjasa pada tahun pelajaran 2023/2024, 2) Mendeskripsikan hasil penerapan metode bermain peran untuk peningkatan sosial emosional Anak Usia Dini kelompok B di TK PGRI 6 Arjasa pada tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini diadakan sejak tanggal 30 April 2024 dengan obyek penelitian berjumlah 15 anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan model skema menggunakan 4 fase yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitian didapatkan dengan cara observasional. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penerapan metode bermain peran untuk peningkatan sosial emosional Anak Usia Dini kelompok B di TK PGRI 6 Arjasa. 1) guru menjelaskan tema, menyediakan alat peraga menjadi dokter cilik, alat peraga suntikan, baju dokter cilik, dan bahan-bahan yang lain, selanjutnya guru mengamati dan bertanya profesi dokter ke anak-anak dan anak pun melakukan perannya menjadi dokter cilik sesuai kemampuan anak. 2) Hasil penerapan metode bermain peran untuk meningkatkan sosial emosional Anak Usia Dini kelompok B di TK PGRI 6 Arjasa berdasarkan pencapaian indikator sebelum tindakan 4 anak bernilai tuntas. Pencapaian yang anak peroleh di masing masing siklus mencapai persentase ketuntasan pada pra siklus senilai 27%, siklus I (setelah tindakan) meningkat 27% menjadi 53%, dan peningkatan sebesar 33,66% pada siklus II menjadi 86,66%.
</summary>
<dc:date>2024-08-27T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Meningkatkan Motorik Halus Anak dengan Kreasi Media Barang Bekas pada Kelompok A di TK Kartini Mlandingan Situbondo Tahun Pelajaran 2023-2024</title>
<link href="http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/169" rel="alternate"/>
<author>
<name>S, Wiwik</name>
</author>
<id>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/169</id>
<updated>2025-11-24T16:19:33Z</updated>
<published>2024-08-27T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Meningkatkan Motorik Halus Anak dengan Kreasi Media Barang Bekas pada Kelompok A di TK Kartini Mlandingan Situbondo Tahun Pelajaran 2023-2024
S, Wiwik
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya anak TK Kartini khususnya dalam meningkatkan motorik halus anak . Selain itu, kurangnya media yang dapat menunjang materi pembelajaran, dan kemampuan motorik halus anak juga masih sangat rendah. Hal ini dapat diketahui dari hasil observasi awal yang menunjukkan dari 11 orang anak hanya beberapa anak yang bisa melakukan kegiatan yang di suruh guru. Sedangkan suatu pembelajaran dikatakan berhasil apabila ketuntasan klasikal mencapai 80%. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk Mendiskripsikan proses meningkatkan motorik halus anak dengan media barang bekas pada kelompok A TK kartini tahun pelajaran 2023/2024, 2)Untuk mengetahui hasil pelaksanaan meningkatkan motorik halus anak dengan kreasi media barang bekas pada kelompok A di TK kartini tahun pelajaran 2023/2024 Penelitian ini adalah menggunakan Penelitian Tindakan Kelas . Penelitian ini menggunakan desain Arikunto dengan 4 tahap yaitu, Perencanaan, Pelaksanaan, Tindakan, Pengamatan dan Refleksi. Penelitian di lakukan pada tanggal 5 maret 2024 sampai 15 april 2024. Hasil dari penelitian ini adalah 1) anak melakukan kegiatan memilih barang bekas atau kertas-kertas yang sudah tidak digunkan sesuai dengan yang sebelumnya sudah terlebih dahulu di contohkan oleh guru. Dan selajutnya anak melakukan kegitan mulai membuat media atau prakarya yang akan di buat yang sudah di contohkan guru guna meningkatkan motorik halus anak. Hasil pelakasanaan membuat media barng bekas guna meningkatkan kemampuan motorik halus anak. 2) Pertemuan siklus I diperoleh tingkat ketuntasan sebanyak 72%. Sedangkan pada siklus II nilai ketuntasan anak meningkat mencapai 90%. Hal ini berarti penggunaan media barang bekas dapat meningkatkan motorik halus anak pada kelompok A TK Kartini.
</summary>
<dc:date>2024-08-27T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional melalui Metode Bercerita pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK PGRI Jangkar Tahun Pelajaran 2023/2024</title>
<link href="http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/167" rel="alternate"/>
<author>
<name>Amelia Febriyatik, Tina</name>
</author>
<id>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/167</id>
<updated>2025-11-24T16:15:30Z</updated>
<published>2024-08-27T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional melalui Metode Bercerita pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK PGRI Jangkar Tahun Pelajaran 2023/2024
Amelia Febriyatik, Tina
Perkembangan sosial emosional merupakan kemampuan mengadakan hubungan dengan orang lain, terbiasa untuk bersikap sopan santun, mengetahui peraturan dan dispilin dalam kehidupan sehari- hari dan dapat menunjukan rekasi emosi yang wajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) perkembangam emosional anak usia 5-6 tahun sebelum dilakukan metode bercerita di TK PGRI Jangkar, 2) Pelaksanaan metode bercerita dalam meningkatkan kecerdasan emosional anak usia 5-6 tahun di TK PGRI Jangkar , 3) Kecerdasan emosional anak usia 5-6 tahun dapat ditingkatkan melalui metode bercerita di TK PGRI Jangkar Tahun Ajaran 2023-2024. Teknik penelitian yang dilakukan adalah PTK (penelitian tindakan kelas). Subjek pada penelitian ini adalah 14 anak usia 5-6 tahun. Islam TK PGRI Jangkar yang terdiri dari 5 anak laki-laki dan 9anak perempuan. Target keberhasilan dalam penelitian ini adalah apabila perhitungan persentase menunjukkan 80% anak mengalami peningkatan kecerdasan emosional melalui metode bercerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecerdasan anak meningkat setelah adanya tindakan melalui metode bercerita. Pada saat dilakukan observasi pratindakan, persentase kecerdasan emosional sebesar 35,71%, kemudian mengalami peningkatan pada Siklus I sebesar 71,42% dan pada pelaksanaan Siklus II juga mengalami peningkatan sebesar 85,71 %. Langkah langkah yang ditempuh sehingga kecerdasan emosional anak meningkat adalah: kegiatan pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pemberian pengarahan aktif dilakukan pada saat kegiatan inti dan pemberian reward pada saat kegiatan penutup.
</summary>
<dc:date>2024-08-27T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
