<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/113">
<title>Program Studi Arsitektur</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/113</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Program Studi Arsitektur Strata Satu (S1)</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/935"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/903"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/453"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/451"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-09T07:00:47Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/935">
<title>Perancangan Pabrik Tahu dengan Konsep Industrial di Desa Tambak Ukir Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/935</link>
<description>Perancangan Pabrik Tahu dengan Konsep Industrial di Desa Tambak Ukir Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo
Hidayat, Taufik
Industri tahu di Indonesia umumnya masih dikelola secara tradisional dengan keterbatasan fasilitas, sehingga kualitas produk dan kenyamanan kerja belum optimal. Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo memiliki potensi sumber daya kedelai yang cukup, namun belum didukung oleh fasilitas produksi yang modern dan terencana. Oleh karena itu, diperlukan perancangan pabrik tahu yang mampu menjawab kebutuhan produksi yang efisien sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan kerja serta mendukung perkembangan ekonomi lokal. &#13;
Perancangan ini menggunakan pendekatan arsitektur industrial yang menekankan pada efisiensi fungsi, kejujuran material, serta penyesuaian antara aspek produksi dan kenyamanan pengguna. Metode yang digunakan meliputi analisis tapak, analisis aktivitas, serta penerapan prinsip desain pasif seperti pencahayaan alami, ventilasi silang, dan pemanfaatan material lokal untuk menciptakan bangunan yang berkelanjutan. &#13;
Hasil perancangan menunjukkan bahwa pabrik tahu dengan konsep industrial mampu meningkatkan efisiensi proses produksi, menciptakan lingkungan kerja yang lebih higienis dan nyaman, serta menghadirkan identitas arsitektur yang selaras dengan budaya lokal. Selain itu, keberadaan pabrik diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja, serta menjadi ikon desa dalam pengembangan industri pangan berbasis potensi lokal.
</description>
<dc:date>2025-08-23T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/903">
<title>Perancangan Museum Kereta Api Bondowoso dengan Konsep Reuse Bangunan Terbengkalai dengan Pendekatan Arsitektur Hijau</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/903</link>
<description>Perancangan Museum Kereta Api Bondowoso dengan Konsep Reuse Bangunan Terbengkalai dengan Pendekatan Arsitektur Hijau
Maulidiyah, Khotmah Dzikro
Bondowoso memiliki sejarah penting dalam perkeretaapian Jawa Timur, salah satunya melalui bangunan stasiun peninggalan kolonial yang kini terbengkalai. Kondisi tersebut menyebabkan nilai sejarah dan potensi kawasan belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk itu, dirancang Museum Kereta Api Bondowoso sebagai upaya revitalisasi yang berfungsi sebagai sarana edukasi, rekreasi, sekaligus pelestarian budaya. Perancangan menggunakan konsep reuse bangunan terbengkalai dengan pendekatan arsitektur hijau. Tujuannya adalah mengurangi limbah konstruksi, mempertahankan identitas arsitektur kolonial, serta menghadirkan bangunan yang hemat energi dan ramah lingkungan. Strategi desain yang diterapkan meliputi pemanfaatan kembali struktur lama, penggunaan material eksisting, optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami, serta penambahan vegetasi untuk mendukung kenyamanan ruang. Hasil perancangan menghadirkan museum dengan zonasi utama berupa ruang pamer koleksi kereta api, ruang edukasi, area publik, dan peron sebagai ruang display terbuka. Desain menggabungkan karakter kolonial dengan prinsip arsitektur hijau sehingga tercipta bangunan yang fungsional, berkelanjutan, dan tetap menjaga nilai sejarah. Museum ini diharapkan dapat menjadi media pelestarian, pusat edukasi transportasi, sekaligus destinasi wisata baru bagi masyarakat.
</description>
<dc:date>2025-08-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/453">
<title>Perancangan Pusat Budaya dengan Konsep Arsitektur Tradisional Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/453</link>
<description>Perancangan Pusat Budaya dengan Konsep Arsitektur Tradisional Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi
Amaniyah, Raudatul
Perancangan Pusat Budaya Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi bertujuan untuk mewadahi pelestarian, edukasi, dan pengembangan seni-budaya masyarakat Osing yang mulai tergerus modernisasi. Kehadiran pusat budaya ini diharapkan menjadi ruang interaksi yang mampu memperkenalkan kekayaan tradisi Osing sekaligus menarik minat wisatawan. Metode perancangan yang digunakan adalah pendekatan arsitektur tradisional Osing dengan mempertimbangkan nilai-nilai lokal, filosofi ruang, serta kondisi lingkungan. Proses analisis meliputi studi literatur, observasi lapangan, dan kajian budaya untuk memperoleh konsep desain yang sesuai dengan identitas masyarakat setempat. Hasil rancangan menghadirkan pusat budaya dengan fasilitas utama berupa ruang pertunjukan indoor dan outdoor, galeri, ruang edukasi, ruang kuliner, serta area penunjang lainnya. Konsep tata ruang mengutamakan keterbukaan, keberlanjutan, dan kearifan lokal yang tercermin dalam bentuk bangunan, pemilihan material, dan pola sirkulasi. Secara keseluruhan, perancangan ini menghasilkan pusat budaya yang berfungsi sebagai sarana pelestarian dan promosi budaya Osing, serta berpotensi menjadi destinasi wisata budaya yang memperkuat identitas lokal dan memberi manfaat bagi masyarakat Banyuwangi.
</description>
<dc:date>2025-08-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/451">
<title>Perancangan Pelabuhan Wisata dengan Konsep Arsitektur Neo-Vernakular di Pelabuhan Jangkar Situbondo</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/451</link>
<description>Perancangan Pelabuhan Wisata dengan Konsep Arsitektur Neo-Vernakular di Pelabuhan Jangkar Situbondo
Royhan, Muhammad
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi kelautan yang sangat besar, baik dari segi sumber daya alam maupun konektivitas antarwilayah. Pelabuhan sebagai sarana transportasi laut memegang peranan vital dalam mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi wilayah, termasuk sektor pariwisata. Pelabuhan Jangkar di Kabupaten Situbondo merupakan salah satu pelabuhan strategis yang menghubungkan Pulau Jawa, Madura, hingga Lombok. Meskipun memiliki potensi besar, pelabuhan ini belum dimanfaatkan secara optimal sebagai destinasi wisata. Padahal, jumlah kunjungan wisatawan ke Situbondo terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan upaya perancangan pelabuhan dengan penambahan fungsi wisata tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai sarana transportasi. Pendekatan arsitektur neo vernakular dipilih sebagai konsep desain, dengan mengadaptasi elemen budaya lokal Situbondo yang dikombinasikan dengan teknologi modern. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang fungsional, estetik, dan mencerminkan identitas lokal. Perancangan Pelabuhan Jangkar dengan pendekatan arsitektur neo vernakular diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata, memperkuat identitas budaya daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
</description>
<dc:date>2025-08-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
