<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/122">
<title>Program Studi Budidaya Perikanan</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/122</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Program Studi Budidaya Perikanan Diploma Tiga (D3)</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/956"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/486"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/485"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/484"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-10T16:10:51Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/956">
<title>Teknik Pembesaran Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) secara Intensif pada Kolam Beton di UPT. PBATAP Situbondo Jawa Timur</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/956</link>
<description>Teknik Pembesaran Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) secara Intensif pada Kolam Beton di UPT. PBATAP Situbondo Jawa Timur
Zainullah
Salah satu spesies udang yang memiliki nilai ekonomi signifikan adalah udang vannamei (Litopenaeus vannamei), produk perikanan yang dapat mendatangkan devisa negara. Udang ini menawarkan sejumlah manfaat, seperti peningkatan toleransi terhadap penyakit dan kualitas air yang buruk, pertumbuhan yang relatif cepat, dan tingkat kelangsungan hidup yang sangat baik, sehingga memungkinkan kepadatan tebar yang tinggi. Untuk menghasilkan produksi udang yang tinggi perlu adanya sarana dan prasarana produksi, diantaranya persiapan lahan, persiapan sarana tambak, penebaran benur, monitoring kualitas air, pengelolaan pakan, monitoring pertumbuhan, pengendalian hama dan penyakit, monitoring pertumbuhan, panen dan pasca panen. Adapun faktor pengaruh padat penebaran udang yang dibudidayakan seperti halnya terhadap kebutuhan pakan, ruang gerak, dan oksigen, yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap kualitas media pemeliharaan, pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang. Semakin tinggi padat tebar maka akan menghasilkan peningkatan limbah metabolik yang disebabkan oleh jumlah pakan yang berlebih. Sisa pakan akan mengendap menjadi kotoran di dasar tambak dan berubah menjadi senyawa toksik bagi udang karena penurunan kualitas air. Berdasarkan uraian di atas maka penulis mengambil judul dalam pelaksanaan Praktek Kerja lapangn (PKL) mengenai teknik Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Sistem Intensif di UPT. Perikanan Budidaya air Tawar / Payau. Alasan penulis mengambil tambak intensif dikarenakan budidaya udang vannamei masih prospek untuk dikembangkan, dan pada saat ini banyak tambak udang vannamei yang telah menggunakan teknologi sistem intensif kemudian pada tambak intensif tingkat produksi sangat tinggi di bandingkan tambak tradisional. Untuk pemilihan lokasi Praktek Kerja Lapangan (PKL) yakni di UPT. .perikanan budidaya aiar tawar / payau Dusun pathek Desa gelung Kecamatan panarukanKabupaten situbondo provinsi jawa timur, dengan memiliki fasilitas yang memadai sehingga memudahkan utuk pelaksanan Paraktek Kerja Lapangan dalam memperoleh data yang akurat.
</description>
<dc:date>2025-08-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/486">
<title>Teknik Pembesaran Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) pada Kolam Terpal HDPE di Unit Pelaksana Teknis Perikanan Budidaya Air Tawar/Air Payau (UPT PBATAP) Situbondo</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/486</link>
<description>Teknik Pembesaran Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) pada Kolam Terpal HDPE di Unit Pelaksana Teknis Perikanan Budidaya Air Tawar/Air Payau (UPT PBATAP) Situbondo
Sahori, Sofyan
Udang Vaname merupakan salah satu komoditas perikanan yang banyak diminati pada saat ini oleh masyarakat indonesia karena pemeliharaannya yang mudah dan cepat sehingga dapat memperoleh profit yang sangat menguntungkan bagi pembudidaya atau petambak. Udang Vaname termasuk yang paling gampang dibudidayakan dari pada jenis crustacea yang lain. Hal itu yang menyebabkan petambak khususnya di tanah air yang banyak membudidayakan udang Vaname, karna semakin banyak petambak oleh sebab itu diperlukanlah prosedur yang layak untuk membudidayakannya. Maka karna hal tersebut perlu adanya pengetahuan dan wawasan yang lebih mendalam tentang budidaya udang Vaname.&#13;
 Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan mulai tanggal 12 November – 13 Januari 2025 yang bertempat di UPT BPATAP Gelung Panarukan Situbondo. Tujuan dan manfaat PKL adalah untuk mempelajari teknik-teknik serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam bidang budidaya perikanan, terutama pada pembesaran udang Vaname. Metode yang diterapkan dalam Praktik Kerja Lapang ini adalah metode survei dengan teknik pengumpulan data yang mencakup data primer dan data sekunvder melalui observasi, wawancara, partisipasi dan studi pustaka. &#13;
Persiapan tambak merupakan langkah awal untuk memulai siklus budidaya udang Vaname. Persiapan ini mencakup pengeringan tambak, pembersihan kincir dan petak tambak. perbaikan petak tambak, kincir, dan plastik HDPE, serta pemasangan sarana produksi tambak. Setelah persiapan tambak selesai, dilakukan persiapan media dengan pengisian air, pengapuran, dan pemberian probiotik. Penebaran benur dilakukan setelah persiapan media selesai., yang melibatkan pemilihan benur, aklimatisasi dan waktu penebaran. Luas tambak yang digunakan ix untuk pembesaran udang Vaname adalah 1600 meter persegi, dengan kepadatan penebaran benur sebanyak 200.000 ekor. Manajemen pakan dilakukan dengan dua metode: program pakan blind feeding (DOC 1-30) dan program pakan berdasarkan index (DOC 31 – panen). Teknik pemberian pakan terdiri dari dua cara, yaitu secara manual (DOC 1-30) dan menggunakan mesin automatich feeder (DOC 31 – panen). Pengelolaan kualitas air meliputi pengamatan parameter kualitas air, pergantian air, perlakuan air dan proses penyponan. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menerapkan biosecurity dan SOP pembesaran (UPT PBATAP) Namun, di pertengan masa budidaya udang terjangkit virus IMNV (Infectious Myonecrosis Virus).
</description>
<dc:date>2025-08-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/485">
<title>Teknik Pembenihan Ikan Lele (Clarias gariepinus) di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/485</link>
<description>Teknik Pembenihan Ikan Lele (Clarias gariepinus) di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi
Afthoni, Sahrul
Pembenihan Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan tahap krusial dalam kegiatan budidaya untuk menjamin ketersediaan benih yang berkualitas.. Tujuan dari Praktik Kerja Lapang (PKL) ini adalah mengetahui secara langsung Teknik Pembenihan Ikan Lele (Clarias gariepinus), di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi. Kegiatan PKL dilakukan tanggal 12 November 2024 sampai 13 Januari 2025. dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan partisipasi. Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi telah mengembangkan teknik pembenihan yang efektif meliputi pemeliharaan induk, seleksi induk, pemijahan, penetasan telur, dan pemeliharaan larva. Induk jantan dan betina dipelihara dalam kolam yang berbeda dengan kepadatan 2-3 ekor/m2 , diberi pakan pelet yang tinggi akan kandungan protein (30-35%) untuk melaju kematangan gonad. Seleksi induk dilakukan berdasarkan kriteria fisik kematangan gonad dengan memilih betina berperut besar dan lunak sedangkan jantan memiliki kelamin berwarna merah serta kondisi sehat dan aktif. Pemijahan dilakukan secara alami (Natural spawning) menggunakan media bak viber ber ukuran panjang 110 Cm, lebar 80 Cm, dan tinggi 50 Cm dengan substrat kakaban untuk menempelkan telur. Setelah proses pemijahan induk dipisahkan agar mencegah kanibalisme. Penetasan telur berlangsung selama 24–36 jam pada suhu 28–30°C. Larva dipelihara dalam bak terkontrol dengan kepadatan 500– 700 ekor/m³ dan pemberian pakan alami (Cacing sutra) serta pakan buatan berbasis protein tinggi. Manajemen kualitas air meliputi parameter pH (6,5–8), oksigen terlarut (≥5 mg/L), dan kualitas suhu (28o – 31o C). Untuk menanggulangi hama dan penyakit dilakukan pemberian probiotik berupa larutan air garam dan larutan air daun pepaya dengan dosis 2,5 liter. Setelah usia 20 hari benih ikan lele dilakukan pemanenan untuk dipindah kekolam pendederan
</description>
<dc:date>2025-08-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/484">
<title>Teknik Pembesaran Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) di Kolam Bundar dengan Sistem Probiotik di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bangsring Banyuwangi</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/484</link>
<description>Teknik Pembesaran Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) di Kolam Bundar dengan Sistem Probiotik di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bangsring Banyuwangi
Maulana Ishak, Bayu
Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer dalam budidaya komersial di Indonesia. Selain dagingnya yang lezat dan harga yang terjangkau, ikan ini menawarkan potensi besar untuk pengembangan lebih lanjut di sektor perikanan. Keunggulan utama Ikan Lele Dumbo adalah kemudahan pemeliharaan dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan budidaya, membuatnya sangat disukai oleh masyarakat Indonesi. Tujuan dari Praktik Kerja Lapang (PKL) ini adalah mengetahui secara langsung Teknik Pembesaran Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus), Secara Probiotik di BPPP Bangsring Banyuwangi Jawa Timur. Kegiatan PKL dilakukan tanggal 11 November 2024 sampai 13 Januari 2025. Dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan partisipasi. Persiapan media kolam meliputi pengeringan, pengelolaan dasar wadah, dan pengisian air untuk mendeteksi kebocoran. Penebaran Benih Ikan Lele dilakukan pada pagi dan sore hari untuk mengurangi stres, dengan jumlah benih yang di tebar 2,500 ekor dengan luas kolam diameter 3 meter dengan kepadatan tebar 353 ekor/M3 . Manajemen pakan di BPPP Bangsring, menggunakan pakan komersil dengan kandungan protein 32,0%. Parameter kualitas air menunjukkan kisaran suhu pagi mencapai 29oC, Sedangkan nilai pH yang tercatat adalah 7.3. Proses panen Ikan Lele dapat dilakukan secara parsial atau total, dengan panen parsial berdasarkan ukuran ikan yang layak konsumsi, umumnya ukuran 10-12 ekor per kilogram.
</description>
<dc:date>2025-08-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
