<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/30">
<title>Fakultas Sosial dan Humaniora</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/30</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Fakultas Sosial dan Humaniora</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/939"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/934"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/933"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/932"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-11T20:39:55Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/939">
<title>The Effect of Flashcard in Teaching Vocabulary to Young Learners in the Third G of MI At-Taqwa Bondowoso</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/939</link>
<description>The Effect of Flashcard in Teaching Vocabulary to Young Learners in the Third G of MI At-Taqwa Bondowoso
Apriliani, Alda
Teaching vocabulary is the most important for young learners because this is the first step in studying an English deeply. Some teachers still face many problems in teaching vocabulary to young learners because young learners had more a special needs rather than adult learners. It is more complicated in teaching vocabulary to young learners. Media that we used is flashcard. Flashcard is one of media in teaching vocabulary that can help teachers in building an active class. Thus, this study to find out the effect of flashcard in teaching vocabulary. This study employed a pre-experimental research design with one group pre-test and post-test conducting 10 questions of multiple choice. Sampling technique used was total sampling, where all populations become a sample. The object of this research consisted of 36 children in the third grade G of MI At Taqwa Bondowoso. The method that was used in this research was quantitative method design. The data were analyzed by using SPSS 21.0. From the analysis data that collected, the score of pre-test was 65.00 and in post-test was 79.44. Furthermore, the result of t-test showed that the significant 2-tailed was 10.277. It can be conclude that there were a significant effect in using a flashcard in teaching vocabulary to young learners.
</description>
<dc:date>2024-08-26T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/934">
<title>Implementasi Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM pada UMKM di Banyuwangi (Studi Kasus pada Usaha Jahit Desa Bulusari Kalipuro Banyuwangi)</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/934</link>
<description>Implementasi Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM pada UMKM di Banyuwangi (Studi Kasus pada Usaha Jahit Desa Bulusari Kalipuro Banyuwangi)
Puspita sari, Titin
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi penyusunan laporan keuangan pada usaha jahit skala mikro dan kecil berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Usaha jahit merupakan salah satu jenis usaha mikro yang umumnya belum menerapkan pencatatan dan pelaporan keuangan secara sistematis sesuai standar akuntansi yang berlaku. Melalui pendekatan studi kasus pada beberapa pelaku usaha jahit, penelitian ini mengidentifikasi sejauh mana pemilik usaha memahami dan mampu menyusun laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM, yang meliputi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SAK EMKM dapat membantu pelaku usaha dalam menyajikan informasi keuangan yang lebih transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta meningkatkan akses terhadap pembiayaan formal. Namun, ditemukan pula kendala dalam implementasi, seperti rendahnya literasi akuntansi dan minimnya pendampingan dari pihak terkait. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya laporan keuangan berbasis SAK EMKM.
</description>
<dc:date>2025-08-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/933">
<title>Analisis Harga Pokok Produksi Air Minum dalam Kemasan dalam Menentukan Harga Jual (Studi Kasus CV. 916 Semoga Berkah Kangean)</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/933</link>
<description>Analisis Harga Pokok Produksi Air Minum dalam Kemasan dalam Menentukan Harga Jual (Studi Kasus CV. 916 Semoga Berkah Kangean)
Mujahidah, Iffa Saadatul
CV. 916 Semoga Berkah usaha yang bergerak di bidang produksi air minum dalam kemasan yang beralamat di Jl. Sambakati Arjasa Kangean merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang banyak diminati oleh masyarakat sekitar terutamah oleh masyarakat di desa sambakati Kec. Arjasa itu sendiri, karna prasti dan mudah untuk di konsumsi oleh kalangan atas, menangah dan bawah. CV. 916 Semoga Berkah ada karena banyak yang membutuhkan air minum dala kemasan yang mengharuskan mengimpor keluar pulau yang banyak kerusakan dan menyebabkan kerugian bagi pedagang UMKM. Dalam menghitung harga pokok, CV. 916 Semoga Berkah masih menghitung dengan cara sederhana yaitu biaya apa saja yang di keluarkan. Namun dalam observasi yang dilakukan peneliti, CV. 916 dalam melakukan perhitungan harga pokok poduksinya belum menggunakan konsep biaya dengan benar dan untuk penentuan harga jualnya CV. 916 melihat berdasarkan harga pesaing di pasaran, lalu menyesuaikan dengan harga produknya. Padahal sebelum memutuskan untuk harga suatu produk harus melalui perhitungan yang tepat.Peneliti ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber data yang digunakan adalah primer dan sumber skunder. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Dalam pengecekan data peneliti menggunakan trianggulasi teknik, untuk mendapatkan sumber data menggunakan trianngulasi sumber. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa penentuan harga pokok produksi CV. 916 Semoga Berkah sudah sesuai dengan akuntansi biaya yang menghitungkan 3 komponen, biaya bahan baku 220 ml Rp 10.718 sedangkan 600 ml Rp 26.990, biaya tenaga Kerja 220 ml 911 sedangkan 600 ml 1.510 biaya overhead pabrik 220 ml 890 sedangkan 600 ml 890, harga pokok produksi per kartonnya 220 ml 12.519sedangkan 600 ml 29.390. Untuk menentukan harga jual CV. 916 Semoga Berkah menambahkan 17% sebagai keuntungan dari total biaya yang dikeluarkan seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik, harga jualnya 220 ml Rp 14.647,23 sedangkan 600 ml Rp 34.386,3. dan membulatkan harga jualnya dari masingmasing produk 220 ml Rp 15.000 sedangkan 600 ml 35.000.
</description>
<dc:date>2025-08-31T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/932">
<title>Analisis Biaya Produksi dalam Menentukan Harga Jual Tusuk Sate pada Usaha Bapak Saidi</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/932</link>
<description>Analisis Biaya Produksi dalam Menentukan Harga Jual Tusuk Sate pada Usaha Bapak Saidi
Islamiyati, Istri Endah
Usaha Tusuk Sate merupakan salah satu mata pencarian yang mayoritas di Desa Curahlele. Sebagian besar permasalahannya yang dialami oleh pemilik Usaha Tusuk Sate tidak memahami perhitungan Biaya Produksi dan Harga Jual dengan baik karena masih menggunakan cara sesuai keinginannya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah pengusaha tusuk sate mengetahui penentuan Biaya Produksi dengan menggunakan teori akuntansi dan juga mengetahui penentuan Harga Jual tusuk sate di Desa Curahlele Kec Baung Kab Jember. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber data yang digunakan adalah sumber primer dan sumber sekunder. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam pengecekan data peneliti menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa terdapat selisih hasil perhitungan Biaya Produksi yang dilakukan oleh Pengusaha Tusuk Sate dengan peneliti. Biaya Produksi yang di dapatkan oleh Pengusaha Tusuk sate sebesar Rp 8.900 yang dibulatkan menjadi Rp 9.000, sedangkan yang didapatkan oleh peneliti Rp 7.000. Dan Harga Jual yang ditentukan oleh usaha Tusuk Sate sebesar Rp 15.000/bungkus, sedangkan yang didapatkan peneliti sebesar Rp 13.350/bungkus. Laba yang di dapatkan usaha Tusuk Sate sebesar Rp 6.100/bungkus, dan yang didapatkan peneliti sebesar Rp 4.450/bungkus.
</description>
<dc:date>2025-08-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
