<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Program Studi Akuntansi</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/109</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Program Studi Akuntansi Strata Satu (S1)</description>
<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 20:39:35 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-11T20:39:35Z</dc:date>
<item>
<title>Implementasi Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM pada UMKM di Banyuwangi (Studi Kasus pada Usaha Jahit Desa Bulusari Kalipuro Banyuwangi)</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/934</link>
<description>Implementasi Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM pada UMKM di Banyuwangi (Studi Kasus pada Usaha Jahit Desa Bulusari Kalipuro Banyuwangi)
Puspita sari, Titin
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi penyusunan laporan keuangan pada usaha jahit skala mikro dan kecil berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Usaha jahit merupakan salah satu jenis usaha mikro yang umumnya belum menerapkan pencatatan dan pelaporan keuangan secara sistematis sesuai standar akuntansi yang berlaku. Melalui pendekatan studi kasus pada beberapa pelaku usaha jahit, penelitian ini mengidentifikasi sejauh mana pemilik usaha memahami dan mampu menyusun laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM, yang meliputi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SAK EMKM dapat membantu pelaku usaha dalam menyajikan informasi keuangan yang lebih transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta meningkatkan akses terhadap pembiayaan formal. Namun, ditemukan pula kendala dalam implementasi, seperti rendahnya literasi akuntansi dan minimnya pendampingan dari pihak terkait. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya laporan keuangan berbasis SAK EMKM.
</description>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/934</guid>
<dc:date>2025-08-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Harga Pokok Produksi Air Minum dalam Kemasan dalam Menentukan Harga Jual (Studi Kasus CV. 916 Semoga Berkah Kangean)</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/933</link>
<description>Analisis Harga Pokok Produksi Air Minum dalam Kemasan dalam Menentukan Harga Jual (Studi Kasus CV. 916 Semoga Berkah Kangean)
Mujahidah, Iffa Saadatul
CV. 916 Semoga Berkah usaha yang bergerak di bidang produksi air minum dalam kemasan yang beralamat di Jl. Sambakati Arjasa Kangean merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang banyak diminati oleh masyarakat sekitar terutamah oleh masyarakat di desa sambakati Kec. Arjasa itu sendiri, karna prasti dan mudah untuk di konsumsi oleh kalangan atas, menangah dan bawah. CV. 916 Semoga Berkah ada karena banyak yang membutuhkan air minum dala kemasan yang mengharuskan mengimpor keluar pulau yang banyak kerusakan dan menyebabkan kerugian bagi pedagang UMKM. Dalam menghitung harga pokok, CV. 916 Semoga Berkah masih menghitung dengan cara sederhana yaitu biaya apa saja yang di keluarkan. Namun dalam observasi yang dilakukan peneliti, CV. 916 dalam melakukan perhitungan harga pokok poduksinya belum menggunakan konsep biaya dengan benar dan untuk penentuan harga jualnya CV. 916 melihat berdasarkan harga pesaing di pasaran, lalu menyesuaikan dengan harga produknya. Padahal sebelum memutuskan untuk harga suatu produk harus melalui perhitungan yang tepat.Peneliti ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber data yang digunakan adalah primer dan sumber skunder. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Dalam pengecekan data peneliti menggunakan trianggulasi teknik, untuk mendapatkan sumber data menggunakan trianngulasi sumber. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa penentuan harga pokok produksi CV. 916 Semoga Berkah sudah sesuai dengan akuntansi biaya yang menghitungkan 3 komponen, biaya bahan baku 220 ml Rp 10.718 sedangkan 600 ml Rp 26.990, biaya tenaga Kerja 220 ml 911 sedangkan 600 ml 1.510 biaya overhead pabrik 220 ml 890 sedangkan 600 ml 890, harga pokok produksi per kartonnya 220 ml 12.519sedangkan 600 ml 29.390. Untuk menentukan harga jual CV. 916 Semoga Berkah menambahkan 17% sebagai keuntungan dari total biaya yang dikeluarkan seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik, harga jualnya 220 ml Rp 14.647,23 sedangkan 600 ml Rp 34.386,3. dan membulatkan harga jualnya dari masingmasing produk 220 ml Rp 15.000 sedangkan 600 ml 35.000.
</description>
<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/933</guid>
<dc:date>2025-08-31T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Biaya Produksi dalam Menentukan Harga Jual Tusuk Sate pada Usaha Bapak Saidi</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/932</link>
<description>Analisis Biaya Produksi dalam Menentukan Harga Jual Tusuk Sate pada Usaha Bapak Saidi
Islamiyati, Istri Endah
Usaha Tusuk Sate merupakan salah satu mata pencarian yang mayoritas di Desa Curahlele. Sebagian besar permasalahannya yang dialami oleh pemilik Usaha Tusuk Sate tidak memahami perhitungan Biaya Produksi dan Harga Jual dengan baik karena masih menggunakan cara sesuai keinginannya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah pengusaha tusuk sate mengetahui penentuan Biaya Produksi dengan menggunakan teori akuntansi dan juga mengetahui penentuan Harga Jual tusuk sate di Desa Curahlele Kec Baung Kab Jember. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber data yang digunakan adalah sumber primer dan sumber sekunder. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam pengecekan data peneliti menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa terdapat selisih hasil perhitungan Biaya Produksi yang dilakukan oleh Pengusaha Tusuk Sate dengan peneliti. Biaya Produksi yang di dapatkan oleh Pengusaha Tusuk sate sebesar Rp 8.900 yang dibulatkan menjadi Rp 9.000, sedangkan yang didapatkan oleh peneliti Rp 7.000. Dan Harga Jual yang ditentukan oleh usaha Tusuk Sate sebesar Rp 15.000/bungkus, sedangkan yang didapatkan peneliti sebesar Rp 13.350/bungkus. Laba yang di dapatkan usaha Tusuk Sate sebesar Rp 6.100/bungkus, dan yang didapatkan peneliti sebesar Rp 4.450/bungkus.
</description>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/932</guid>
<dc:date>2025-08-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Implementasi Metode Full Costing dalam Perhitungan Harga Pokok Produksi pada Usaha Daging Ayam sebagai Dasar Penentuan Harga Jual di Kios Ibu Andi Tenggarang Bondowoso</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/931</link>
<description>Implementasi Metode Full Costing dalam Perhitungan Harga Pokok Produksi pada Usaha Daging Ayam sebagai Dasar Penentuan Harga Jual di Kios Ibu Andi Tenggarang Bondowoso
Novita, Dwi; Novita, Dwi
Di dalam dunia bisnis perusahaan harus menentukan harga jual terhadap produknya. Penentuan harga ini perlu dilakukan agar perusahaan tidak mengalami kerugian akibat penjualan tersebut. Pada usaha daging ayam Kios Ibu Andi Tenggarang Bondowoso belum melakukan perhitungan harga pokok produksi secara rinci. Karena belum memasukkan seluruh biaya yang berjaitan dengan kegiatan produksi kedalam harga pokok produksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing sebagai penentuan harga jual pada usaha daging ayam Kios Ibu Andi Tenggarang Bonodowoso. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber data yang digunakan adalah sumber primer dan sumber sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Dalam pengecekan data peneliti melakukan pengecekan data dengan metode triangulasi dengan teknik pemeriksaan yang dilakukan peneliti yaitu teknik penyidik dan metode. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa perbedaan HPP versi perusahaan dan metode full costing menunjukkan bahwa hasil perhitungan menurut perusahaan sebesar Rp 32.833/kg, sedangkan HPP menurut metode full costing sebesar Rp 45.550/kg. terdapat selisih sebesar Rp 12.717/kg, yang menunjukkan adanya biaya – biaya yang beum diakui dalam perhitungan internal perusahaan. Harga jual ayam potong sebesar Rp 34.000/kg telah ditentukan oleh Kios Ibu Andi berdasarkan estimasi kasar atas bahan baku dan sedikit margin keuntungan (sekitar 1,4%). Namun, harga jual ini lebih rendah dari HPP apabila menggunakan metode full costing. Artinya, jika seluruh biaya dihitung secara menyeluruh, maka usaha ini justru mengalami kerugian per kilogram produk.
</description>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/931</guid>
<dc:date>2025-08-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
