<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Program Studi Arsitektur</title>
<link>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/113</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Program Studi Arsitektur Strata Satu (S1)</description>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 12:28:52 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-27T12:28:52Z</dc:date>
<item>
<title>Perancangan Pusat Budaya dengan Konsep Arsitektur Tradisional Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi</title>
<link>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/453</link>
<description>Perancangan Pusat Budaya dengan Konsep Arsitektur Tradisional Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi
Amaniyah, Raudatul
Perancangan Pusat Budaya Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi bertujuan untuk mewadahi pelestarian, edukasi, dan pengembangan seni-budaya masyarakat Osing yang mulai tergerus modernisasi. Kehadiran pusat budaya ini diharapkan menjadi ruang interaksi yang mampu memperkenalkan kekayaan tradisi Osing sekaligus menarik minat wisatawan. Metode perancangan yang digunakan adalah pendekatan arsitektur tradisional Osing dengan mempertimbangkan nilai-nilai lokal, filosofi ruang, serta kondisi lingkungan. Proses analisis meliputi studi literatur, observasi lapangan, dan kajian budaya untuk memperoleh konsep desain yang sesuai dengan identitas masyarakat setempat. Hasil rancangan menghadirkan pusat budaya dengan fasilitas utama berupa ruang pertunjukan indoor dan outdoor, galeri, ruang edukasi, ruang kuliner, serta area penunjang lainnya. Konsep tata ruang mengutamakan keterbukaan, keberlanjutan, dan kearifan lokal yang tercermin dalam bentuk bangunan, pemilihan material, dan pola sirkulasi. Secara keseluruhan, perancangan ini menghasilkan pusat budaya yang berfungsi sebagai sarana pelestarian dan promosi budaya Osing, serta berpotensi menjadi destinasi wisata budaya yang memperkuat identitas lokal dan memberi manfaat bagi masyarakat Banyuwangi.
</description>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/453</guid>
<dc:date>2025-08-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Perancangan Pelabuhan Wisata dengan Konsep Arsitektur Neo-Vernakular di Pelabuhan Jangkar Situbondo</title>
<link>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/451</link>
<description>Perancangan Pelabuhan Wisata dengan Konsep Arsitektur Neo-Vernakular di Pelabuhan Jangkar Situbondo
Royhan, Muhammad
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi kelautan yang sangat besar, baik dari segi sumber daya alam maupun konektivitas antarwilayah. Pelabuhan sebagai sarana transportasi laut memegang peranan vital dalam mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi wilayah, termasuk sektor pariwisata. Pelabuhan Jangkar di Kabupaten Situbondo merupakan salah satu pelabuhan strategis yang menghubungkan Pulau Jawa, Madura, hingga Lombok. Meskipun memiliki potensi besar, pelabuhan ini belum dimanfaatkan secara optimal sebagai destinasi wisata. Padahal, jumlah kunjungan wisatawan ke Situbondo terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan upaya perancangan pelabuhan dengan penambahan fungsi wisata tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai sarana transportasi. Pendekatan arsitektur neo vernakular dipilih sebagai konsep desain, dengan mengadaptasi elemen budaya lokal Situbondo yang dikombinasikan dengan teknologi modern. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang fungsional, estetik, dan mencerminkan identitas lokal. Perancangan Pelabuhan Jangkar dengan pendekatan arsitektur neo vernakular diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata, memperkuat identitas budaya daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
</description>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/451</guid>
<dc:date>2025-08-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Penerapan Konsep Green Architecture pada Perancangan Puskesmas Lingsar Lombok Barat</title>
<link>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/450</link>
<description>Penerapan Konsep Green Architecture pada Perancangan Puskesmas Lingsar Lombok Barat
Hadi, Fauzan
Perkembangan fasilitas pelayanan kesehatan yang berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep Green Architecture pada perancangan Puskesmas Lingsar di Lombok Barat sebagai upaya menciptakan bangunan yang ramah lingkungan, hemat energi, dan mendukung kenyamanan pengguna. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatifdeskriptif dengan studi literatur, analisis tapak, serta perbandingan standar perancangan puskesmas dan prinsip arsitektur hijau. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan elemen-elemen seperti ventilasi alami, pencahayaan alami, penggunaan material lokal ramah lingkungan, sistem pengelolaan air hujan, serta integrasi ruang terbuka hijau, dapat meningkatkan efisiensi energi dan kualitas lingkungan dalam puskesmas. Dengan penerapan konsep ini, diharapkan Puskesmas Lingsar mampu menjadi prototipe fasilitas kesehatan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga berkelanjutan secara ekologis.
</description>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/450</guid>
<dc:date>2025-08-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Perancangan Gedung Aula Ponpes NU Al Mansyuriah Taklimusshibyan Bonder dengan Konsep Arsitektur Neo-Vernacular</title>
<link>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/205</link>
<description>Perancangan Gedung Aula Ponpes NU Al Mansyuriah Taklimusshibyan Bonder dengan Konsep Arsitektur Neo-Vernacular
Shohibul Umam, Muhammad
Perancangan ini berdasarkan kurangnya sarana Pondok Pesantren NU Al Mansyuriah Taklimusshibyan Bonder Gedung Aula yang difungsikan untuk ruang pertemuan, tempat seminar, tempat wisuda, dan lain sebagainya yang biasa diadakan oleh pengasuh maupun pengurus pesantren. Penerapan konsep arsitektur Neo-Vernacular diambil untuk mepertahankan adat dan ciri khas bangunan tradisional Lombok yang mulai langka dan jarang diterapkan pada bangunan bangunanya. Arsitektur Neo-Vernakular adalah salah satu konsep arsitektur yang berkembang pada era Post Modern. Singkatnya Arsitektur Neo-Vernakular ini menunjukkan suatu bentuk yang modern tapi masih memiliki konsep lama daerah setempat walaupun material yang digunakan adalah bahan modern seperti kaca dan logam. Dalam arsitektur Neo-Vernakular, ide bentuk-bentuk diambil dari vernakular aslinya yang dikembangkan dalam bentuk modern. Dengan tujuan Merancang exterior dan interior gedung Aula Pondok Pesantren NU Al Mansyuriah Taklimusshibyan Bonder untuk mewujudkan Aula yang multifungsi/serbaguna. Dari perancangan tersebut semoga dapat mencukupi sarana kebutuhan santri dalam melakukan Agenda Acara Pertemuan.
</description>
<pubDate>Thu, 08 Aug 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/205</guid>
<dc:date>2024-08-08T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
