<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Program Studi Teknologi Hasil Perikanan</title>
<link>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/116</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Strata Satu (S1)</description>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 19:57:37 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-30T19:57:37Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (PB) pada Ikan Sarden (Sardinella Longiceps) Kaleng di Supermarket Kabupaten Situbondo</title>
<link>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/462</link>
<description>Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (PB) pada Ikan Sarden (Sardinella Longiceps) Kaleng di Supermarket Kabupaten Situbondo
Sahirah, Putri
Ikan sarden kaleng merupakan salah satu produk pangan praktis yang banyak dikonsumsi masyarakat karena kandungan gizinya yang tinggi serta daya simpan yang lama. Namun demikian, produk ini berpotensi terkontaminasi logam berat, terutama timbal (Pb), baik yang berasal dari perairan tercemar maupun migrasi logam dari kemasan kaleng. Kontaminasi Pb pada pangan menjadi isu penting karena bersifat toksik dan dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan apabila dikonsumsi secara terus-menerus. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat timbal (Pb) pada ikan sarden (Sardinella longiceps) kaleng yang diperjualbelikan di supermarket Kabupaten Situbondo serta membandingkannya dengan ambang batas aman yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) 7388:2009 yaitu 0,3 mg/kg. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2025 dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian terdiri atas enam produk ikan sarden kaleng yang diambil secara purposive dari dua supermarket besar di Kabupaten Situbondo. Analisis kandungan Pb dilakukan di Laboratorium UPT PMP2KP Banyuwangi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar timbal (Pb) pada ikan sarden kaleng di Supermarket 1 adalah 0,0368 mg/kg (sampel A), 0,0338 mg/kg (sampel B), dan 0,0314 mg/kg (sampel C). Sementara itu, pada Supermarket 2 kadar Pb sebesar 0,0719 mg/kg (sampel D), 0,0291 mg/kg (sampel E), dan 0,0313 mg/kg (sampel F). Seluruh hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar Pb masih berada di bawah ambang batas aman SNI.
</description>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/462</guid>
<dc:date>2025-08-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Daya Terima Konsumen pada Produk Patty Ikan dengan Berbagai Jenis Ikan</title>
<link>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/461</link>
<description>Daya Terima Konsumen pada Produk Patty Ikan dengan Berbagai Jenis Ikan
Al’aluf, Wildatun
Patty merupakan produk olahan daging yang dihaluskan, dicampur dengan bahan pengikat, dan dibumbui sebelum dibentuk menjadi bulatan, dipipihkan, dikukus dan kemudian digoreng atau dipanggang dengan mentega. Jika dibandingkan patty yang terbuat dari daging ikan lebih unggul dari pada patty yang terbuat dari daging sapi karena ikan memiliki jumlah absorpsi protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk hewani lain. Hal ini karena daging ikan mempunyai serat protein yang pendek daripada serat protein daging sapi. Sehingga ikan dijadikan sebagai salah satu sumber protein yang potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan patty. Pemilihan jenis ikan sebagai bahan baku sangat memengaruhi kualitas, rasa, dan kandungan gizi dari patty yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan tiga jenis ikan yang umum dan mudah diperoleh di Indonesia terutama yang berada di daerah Kabupaten Situbondo, yaitu ikan tongkol, ikan cakalang dan ikan tenggiri. Setiap jenis ikan memiliki karakteristik yang berbeda mulai dari segi tekstur, rasa, dan kandungan gizi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji daya terima konsumen terhadap patty ikan yang dibuat dari beberapa jenis ikan yang berbeda, guna menentukan jenis ikan yang paling disukai dan mengetahui kandungan gizi patty ikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Penelitian ini terdiri dari 3 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji organoleptik ( warna, aroma, rasa, tekstur dan kenampakan) dan uji proksimat ( kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat). Data hasil yang dianalisis yang diperoleh kemudian diolah dengan ANOVA (Analysis of Variance) menggunakan aplikasi SPSS untuk mengetahui pengaruh daya terima konsumen pada produk patty ikan dengan berbagai jenis ikan. Jika percobaan pada penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan maka dilakukan uji lanjut parametik dengan uji Duncan. Sedangkan untuk mengetahui perlakuan terbaik menggunakan metode De Garmo. Berdasarkan analisis ANOVA diketahui bahwa perbedaan jenis ikan berpengaruh terhadap parameter warna, rasa, tekstur, dan kenampakan, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap parameter aroma. Hasil penelitian menunjukkan hasil terbaik menurut metode De Garmo pada perlakuan P3 dengan nilai NP 0,95125, dengan nilai rata-rata kesukaan parameter warna 3,87, aroma 3,77, rasa 4,07, tekstur 3,80 dan kenampakan 3,93. Perbedaan jenis ikan berpengaruh nyata terhadap kadar protein, lemak, air, abu, dan karbohidrat.
</description>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/461</guid>
<dc:date>2025-08-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Karakteristik Total Bakteri, Kima dan Sensori Ikan Kurisi Marinasi Selama Penyimpanan Dingin</title>
<link>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/460</link>
<description>Analisis Karakteristik Total Bakteri, Kima dan Sensori Ikan Kurisi Marinasi Selama Penyimpanan Dingin
Mudrikah, Siti
Ikan kurisi (Nemipterus hexodon) adalah jenis ikan laut demersal yang banyak ditemui di perairan pantai Indonesia. Ikan ini bernilai tinggi karena protein yang baik dan tekstur dagingnya cocok untuk berbagai olahan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Situbondo (2017) produksi ikan kurisi lokal pada tahun 2017 mencapai sampai 884,64 ton. Namun ikan kurisi mudah mengalami pembusukan akibat aktivitas enzim dan mikroorganisme. Salah satu upaya untuk memperlambat aktivitas enzim dan mikroorganisme ialah dengan dilakukannya penyimpanan dingin. Penyimpanan dingin dapat memperlambat kerusakan tetapi tidak sepenuhnya menjaga penurunan mutu. Salah satu alternatif untuk memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas ikan kurisi ialah dengan proses marinasi. Marinasi tidak hanya berfungsi memperkaya cita rasa tetapi juga efektif dalam menurunkan nilai TVBN dan TPC pada ikan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengevaluasi perubahan mutu ikan kurisi marinasi selama penyimpanan dingin Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan lama penyimpanan dingin ikan kurisi marinasi yang terdiri dari 5 perlakuan P0 (0 hari), P1 (2 hari), P2 (4 hari), P3 (6 hari) dan P4 (8 hari). Parameter yang diamati dalam penulisan ini adalah nilai TPC, TVBN, pH, organoleptik ikan segar, organolptik hedonik dan drip loss kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis statistik dapat dilihat dari nilai p (probabilitas). Jika nilai p0,05 maka perlakuan yang dilakukan tidak berpengaruh nyata Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penyimpanan dingin ikan kurisi marinasi berpengaruh nyata (p0,05) terhadap hasil pengujian hedonik ikan kurisi marinasi.
</description>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/460</guid>
<dc:date>2025-08-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Substitusi Monosodium Glutamate dengan Kaldu Bubuk Produk Hasil Samping Pembekuan Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) Terhadap Organoleptik dan Daya Patah Kue Stik</title>
<link>http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/459</link>
<description>Pengaruh Substitusi Monosodium Glutamate dengan Kaldu Bubuk Produk Hasil Samping Pembekuan Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) Terhadap Organoleptik dan Daya Patah Kue Stik
Adawiyah, Robiatul
Industri Kecil dan Menengah (IKM) memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi daerah melalui produk pangan, salah satunya kue stik yang digemari karena rasa gurih dan teksturnya. Selama ini, kue stik umumnya menggunakan MSG, namun penggunaannya berlebihan dapat menimbulkan kekhawatiran kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang lebih sehat, seperti bubuk kaldu hasil samping udang vannamei yang mengandung senyawa glutamat alami serta mendukung konsep zero waste. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh substitusi MSG dengan bubuk kaldu udang terhadap mutu kue stik melalui uji organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur) dan daya patah. Uji dilakukan dengan lima perlakuan (P0–P4) menggunakan 30 panelis. Data dianalisis untuk melihat pengaruh substitusi terhadap mutu sensori maupun sifat fisik produk. Hasil penelitian menunjukkan substitusi berpengaruh nyata terhadap warna, aroma, dan rasa (p
</description>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/459</guid>
<dc:date>2025-08-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
