<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Program Studi Pendidikan Agama Islam</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/123</link>
<description>Koleksi Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Pendidikan Agama Islam</description>
<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 16:11:03 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-10T16:11:03Z</dc:date>
<item>
<title>Upaya Guru PAI dalam Keterampilan Berpikir Kritis Siswa dengan Materi Fiqih Bab Zakat Kelas VII MTS. Al-Wahtoniyah di Kolo-Kolo Arjasa Sumenep Tahun Ajaran 2023/2024</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/958</link>
<description>Upaya Guru PAI dalam Keterampilan Berpikir Kritis Siswa dengan Materi Fiqih Bab Zakat Kelas VII MTS. Al-Wahtoniyah di Kolo-Kolo Arjasa Sumenep Tahun Ajaran 2023/2024
Ibad, Sahrul
Berpikir Kritis adalah kemampuan untuk mencari alternatif dan solusi untuk memecahkan sebuah masalah dari suatu persoalan. Proses untuk bisa berpikir kritis tentunya harus melewati langkah-langkah yang bisa mengacu ketermpilan berpikir kritis itu menjadi lebih baik. Meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa terhadap materi Fiqih tentunya dengan cara menganalisa materi-materi fiqih yang terima oleh siswa dan serta memberikan kesimpulan dan penjelasan terhadap hasil analisiss yang dilakukan oleh siswa. sehingga untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis guru memiliki peran penting untuk mewujudkan hal tersebut karena meningkatnya keterampilan berpikir kritis dapat dilihat dari bagaiana cara guru menyampaikan pembelaja ran kepada peserta didik ketika di kelas. Keterampilan berpikir kritis dapat dilakukan dengan menggunakan beberpa langkah yang membantu peserta didik untuk meningkatkan keterampilan tersebut. Oleh karena itu, upaya yang dapat guru lakukan adalah dengan cara meningkatnya kualitas pembelajaran di kelas dengan cara memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan pendapat dan pejelasan terhadap materi yang diterima oleh peserta didik. Sehingga, penelitian ini terfokus 1. bagaimana upaya guru PAI dalam meningkatkan berfikir kritis siswa di MTs. AL Wathoniyah Kolo-Kolo. 2. Apa saja kendala yang dihadapi guru PAI dalam meningkatkan berfikir kritis siswa pada materi fiqh bab zakat kelas VIII di MTS&gt; AL-Wathoniyah Kolo-kolo, 3. Bagaimana solusi menyelesaikan kendala yang dihadapi guru PAI dalam meningkatkan keterampilan berfikir kritis siswa pada materi fiqh bab zakat kelas VIII di MTS. Al-Wathoniyah Kolo-kolo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi secara mendalam terhadap fokus penelitian yang akan dilakukan, sehingga peneliti mampu menggali dan mendapatkan informasi yang akan dikaji. Upaya yang dilakukan MTs Al Wathoniyah untuk peningkatan berpikir kritis siswa adalah dengan cara meemfasilitasi siswa untuk bisa lebih baik berproses dalam peningkatan berpikir kritis. Dan upaya tersebut meliputi penyediayaan sarana prasaran kepada siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, dan uapaya-upaya lain yang bisa membuat siswa mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis.
</description>
<pubDate>Sun, 25 Aug 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/958</guid>
<dc:date>2024-08-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pendidikan Karakter Siswa Kelas VII 1 di SMP Negeri 1 Arjasa Sumenep (Study Kasus Siswa yang Ditinggal Merantau Orang Tuanya Tahun Pelajaran 2023/2024)</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/957</link>
<description>Pendidikan Karakter Siswa Kelas VII 1 di SMP Negeri 1 Arjasa Sumenep (Study Kasus Siswa yang Ditinggal Merantau Orang Tuanya Tahun Pelajaran 2023/2024)
Hidayat has, Syarif
Pendidikan karakter merupakan proses Pendidikan yang diajarkan secara serius, sungguh-sungguh, konsisten, dan kreatif yang dimulai dari unit terkecil dalam keluarga, kemudian mayarakat, dan Lembaga Pendidikan secara umum. Orang tua adalah guru pertama mereka dalam Pendidikan karakter, bentuk dan isi serta cara-cara Pendidikan di dalam keluarga akan selalu mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya watak, budi pekerti, dan kepribadian tiap-tiap anak. Pendidikan yang diterima dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti Pendidikan selanjutnya di sekolah. Seperti menanamkan perbuatan disiplin kepada anak, maka anak akan menerapkannya di lingkungan sekolah maupun Masyarakat. Untuk fokus masalahnya adalah 1.) Bagaimana Pendidikan karakter siswa SMP Negeri 1 Arjasa 2.) Bagaimana karakter siswa kelas VIII 1 setelah adanya pendidikan karakter di SMP Negeri 1 Arjasa , tujuannya adalah 1.) Mendeskripsikan Pendidikan karakter siswa SMP Negeri 1 Arjasa 2.) Mendeskripsikan karakter siswa kelas VIII 1 setelah adanya pendidikan karakter&#13;
di SMP Negeri 1 Arjasa Sumenep yang ditinggal orang tuanya merantau. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, interview dan dokumentasi. peneliti mengumpulkan data empiric yang didapat dari hasil observasi, interview dan dokumentasi sehingga penelitian ini menggunakan teknik analisa data deskriptif&#13;
dan merupakan penelitian non hipotesis. Setelah penelitian ini melalui proses panjang dapat disimpulkan bahwa: 1.&#13;
Pendidikan karakter di SMP Negeri 1 Arjasa telah diterapkan dengan konsisten dan efektif. 2. nilai-nilai karakter terhadap siswa kelas VIII 1 setelah adanya pendidikan karakter di SMP Negeri 1 Arjasa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan sikap dan kepribadian siswa yang orang tuanya merantau.
</description>
<pubDate>Sun, 25 Aug 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/957</guid>
<dc:date>2024-08-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
