<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Fakultas Sosial dan Humaniora</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/30</link>
<description>Koleksi Skripsi Mahasiswa Fakultas Sosial dan Humaniora</description>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 07:56:34 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-16T07:56:34Z</dc:date>
<item>
<title>Hubungan antara Self-Esteem dengan Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder (BDD) pada Remaja Akhir di SMA Ibrahimy 2 Sukorejo</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/913</link>
<description>Hubungan antara Self-Esteem dengan Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder (BDD) pada Remaja Akhir di SMA Ibrahimy 2 Sukorejo
Al-Aluf, Farah Adilah
Self-esteem didefinisikan sebagai persepsi individu terhadap nilai dirinya, yang mencakup perasaan penghargaan terhadap diri sendiri dan keyakinan terhadap kemampuan pribadi. Sementara itu, Body Dysmorphic Disorder (BDD) merupakan gangguan mental yang ditandai dengan kekhawatiran berlebihan terhadap penampilan fisik, khususnya pada kekurangan yang tidak nyata atau sangat kecil, sehingga menimbulkan penderitaan emosional dan perilaku kompulsif. Remaja akhir, yang dalam konteks penelitian ini berada pada rentang usia 17–18 tahun, merupakan tahap perkembangan kritis yang ditandai oleh meningkatnya kesadaran terhadap citra tubuh dan tekanan sosial mengenai standar kecantikan. Pada masa ini, individu cenderung lebih rentan mengalami ketidakpuasan terhadap penampilan fisik, sehingga berisiko mengalami kecenderungan BDD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dan kecenderungan Body Dysmorphic Disorder (BDD) pada remaja akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 257 siswi kelas XI yang dipilih secara acak dari beberapa kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner tertutup yang didistribusikan secara luring (offline). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-esteem dan kecenderungan BDD (r = -0,880, p &lt; 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat self-esteem seseorang, semakin rendah kecenderungan terhadap BDD, dan sebaliknya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara selfesteem dan kecenderungan BDD pada remaja akhir.
</description>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/913</guid>
<dc:date>2025-08-07T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Penyesuaian Diri Santri Baru Pondok Pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok Lombok Tengah</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/912</link>
<description>Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Penyesuaian Diri Santri Baru Pondok Pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok Lombok Tengah
Asrori, Muhammad
Berkaitan dengan penyesuaian diri remaja erat kaitannya dengan kecerdasan emosi, dapat dilihat dari bagaimana individu mampu memberi kesan yang baik tentang dirinya, serta mampu mengungkapkan emosi dengan baik, dapat mengendalikan perasaan serta mampu mengungkapkan perasan emosinya sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi sehingga kondisi dirinya dan lingkungan dapat berjalan dengan efektif, didalam proses penyesuain diri ada beberapa hal yang mempengaruhi seperti keamampuan individu untuk mengekspresikan emosi secara tepat tanpa merugikan orang lain atau masyarakat sekitar dimana individu tinggal, yang dimna kecerdasan emosi adalah proses yang mencakup kemampuan individu dalam membedakan dan menanggapi dengan tepat suasana hati, beragamnya tempramen, motivasi dan hasrat pribadi yang lebih menekankan pada aspek kognisi atau pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kecerdasan emosi dengan penyesuaian diri santri baru pondok pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan design penelitian berupa korelasional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah semua santri baru Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak Tombok Lombok Tengah yang berjumlah 112 dari populasi yang berjumlah 112 orang dengan menggunakan teknik sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan skala kecerdasan emosi dan skala penyesuaian diri. Analisis hasil penelitian ini menggunakan Regresi linear sederhana. Hasil penelitian pada santri baru Pondok Pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok Lombok Tengah menunjukkan bahwa variabel kecerdasan emosi dengan penyesuaian diri memiliki hubungan yang signifikan, yang dimana kecerdasan emosi memiliki kontribusi sebesar 27,2% terhadap penyesuain diri santri baru, yang dimana semakin baik kecerdasan emosi santri baru maka semakin baik pula penyesuaian diri santri baru di lingkungan pesantren.
</description>
<pubDate>Fri, 22 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/912</guid>
<dc:date>2025-08-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Gaya Belajar dengan Performansi Akademik Siswi SMA Ibrahimy 2 Sukorejo</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/911</link>
<description>Hubungan Gaya Belajar dengan Performansi Akademik Siswi SMA Ibrahimy 2 Sukorejo
Ramadani, Fitri Ayu
Gaya belajar yaitu cara seseorang menegelolah informasi yang individu dapatkan didalam proses belajar maupaum diluar prorses belajar.sedankan untuk mengetahui sejauh mana seseorang mengimplementasikan gaya belajar tersebut dapat dilihat dari performa akademinya. Desain penelitian yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan tehnik purposive sapling di SMA Ibrahmy 2 Sukorejo. Dengan jumlah sampel 144 responden kela XI IPA yang memilih matematika minat. kesimpulan dari penelitian ini adalah didapatkan hasil P = 0,270 yaitu terjadi ketimpangan antara variabel 1 dan variabel 2 namun walaupun begitu gaya belajar tetap merupkan hal penting dalam segala elemen kehidupan untuk mengelolah infirmsai atau menyerap informasi.
</description>
<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/911</guid>
<dc:date>2025-07-29T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Eksistensi Asas Praduga Tak Bersalah dalam penyidikan terhadap Perlindungan Hak Tersangka pada Sistem Peradilan Pidana</title>
<link>https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/909</link>
<description>Eksistensi Asas Praduga Tak Bersalah dalam penyidikan terhadap Perlindungan Hak Tersangka pada Sistem Peradilan Pidana
Risqyanti, Rifdatul
Asas praduga tak bersalah merupakan prinsip fundamental dalam hukum pidana yang bertujuan melindungi hak-hak tersangka sejak awal proses hukum.yang Dimana dalam hal ini telah ditetapkan dalam UndangUndang Dasar 1945, KUHAP, seperti asas ini diatur dalam Pasal 8 UndangUndang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang menyebutkan bahwa seseorang tidak dapat dianggap bersalah kecuali ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan dirinya bersalah. Sehingga Penerapan asas ini di setiap tingkatan pemeriksaan (penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di pengadilan) sangat penting untuk memastikan bahwa hak-hak pelaku tindak pidana (tersangka atau terdakwa) dilindungi, serta untuk mencegah adanya penyalahgunaan kekuasaan yang dapat merugikan individu yang belum terbukti bersalah, Fokus kajian dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui apa akibat dari permasalahan tersebut terhadap penyidikan terhadap Perlindungan Hak Tersangka pada Sistem Peradilan Pidana serta upaya yang dapat mencegah terjadinya hal tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian kepustakaan,dan pendekatan menggunakan normatif yuridis. Dari hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, kerap pengabaian dalam menerapkan asas praduga tak bersalah karena hal ini berakibat pada pelanggaran hak asasi manusia yang telah ditetapkan oleh UUD 1945. namun perlu di atur dan dikendalikan agar tidak disalah gunakan. Penulis rasa perlu adanya upaya- upaya yang dapat mencegah terjadinya pelanggaran hak tersangka dalam penyidikan yang juga masih sering terjadi, yang dalam pengimplementasiannya masih diabaikan oleh para oknum tertentu, sehingga hak-hak mereka sebagai tersangka diabaikan. yakni perlu adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap Lembaga pengawasan eksternal seperti komnas HAM terhadap hak hak bagi tersangka. Agar dalam pengemplementasian asas praduga tidak bersalah dalam penyidikan perlindungan hak bagi tersangka dijadikan Gambaran bahwa pada kenyataanya asas ini menuturkan prisipil, apapun ceritanya, praduga tak bersalah harus tetap di kedepankan.
</description>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/909</guid>
<dc:date>2025-08-04T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
