| dc.description.abstract | Solidaritas adalah salah satu hal yang patut diperhatikan untuk saat ini, khususnya bagi kalangan para remaja. Fenomena sosial di kalangan remaja saat ini menunjukkan terhadap kecenderungan menurunnya rasa kepedulian, kerjasama, dan kebersamaan akibat pengaruh luar, media sosial, juga kurangnya pengajaran mengenai keagamaan yang secara langsung mereka dapatkan. Mengenai konteks ini, diperlukan adanya penyuluh agama Islam sebagai pembimbing yang nantinya dapat menyampaikan terkait pesan-pesan keagamaan, dan juga sebagai motivator yang memiliki peran sosial guna membentuk karakter, mempererat hubungan antarindividu dalam masyarakat, terutama di kalangan remaja.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran penyuluh agama Islam dalam peningkatan solidaritas remaja Kelurahan Tiwugalih, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pada penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif di antara metode studi kasus. Kemudian untuk teknik pengumpulan data dikerjakan di antara melakukan observasi langsung ke lokasi penelitian, wawancara langsung di antara penyuluh agama islam, pak lurah, tokoh agama dan remaja, serta dokumentasi terkait beberapa kegiatan-kegiatan remaja yang dilakukan di wilayah tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya solidaritas remaja di Kelurahan Tiwugalih saat ini terjaga di antara baik. Remaja disana aktif dalam melaksanakan kegiatan kemasyarakatan, kompak memberikan bantuan terhadap masyarakat yang membutuhkan serta memiliki responsivitas tinggi terhadap sesama. Selain itu hasil dari penelitian ini juga menunjukkan adanya peran penyuluh agama Islam dalam peningkatan solidaritas remaja Kelurahan Tiwugalih di antara cara mengajak remaja ikut aktif dalam membantu kegiatan sosial, mengajar dan mengajak remaja berpartisipasi di TPQ, mengadakan pengajian, pelatihan seni hadrah, dan acara shalawatan yang hingga saat ini masih berjalan di antara baik. | en_US |