Bimbingan Kelompok Melalui Teknik Problem Solving untuk Meningkatkan Resiliensi Warga Binaan Perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas ll B Singaraja Bali
Abstract
Resiliensi merupakan kemampuan seseorang agar bertahan dalam situasi yang sulit. Kemampuan ini dicapai dengan proses yang tidak singkat. Membangun keterampilan resiliensi tentunya berguna dalam membantu seseorang ketika mereka tengah menghadapi masalah-masalah yang sulit yang tidak dapat dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan resiliensi warga binaan perempuan di lembaga pemasyarakatan kelas II B Singaraja Bali dengan bimbingan kelompok melalui teknik problem solving. Dimana warga binaan perempuan sering mengalami tekanan psikologis dan sosial yang tinggi, baik itu selama maupun setelah menjalani masa hukuman. penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing- masing siklus terdiri dari empat tahapan: mulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah empat orang warga binaan perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor resiliensi setelah mengikuti program bimbingan kelompok. Pendekatan problem solving terbukti efektif dalam membantu individu dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah, meningkatkan kemampuan dalam beradaptasi, serta membangun kepercayaan diri dan hubungan sosial yang positif. Penelitian ini menyarankan pentingnya penerapan program yang serupa secara berkelanjutan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
