| dc.description.abstract | Penelitian ini membahas makna eksistensi konselor sebaya bagi santri Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena menurunnya motivasi santri dalam menghafal Al-Qur’an akibat kejenuhan, kesulitan manajemen waktu antara hafalan baru dan muraja’ah, serta tekanan fisik maupun emosional. Teori konselor sebaya menekankan peran teman sebaya sebagai pendukung emosional, pendengar empatik, dan motivator yang membantu mengatasi stres, meningkatkan keterampilan sosial, serta memperkuat nilai spiritual dan moral. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus terhadap tiga santri Tahfidzul Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi konselor sebaya bermakna sebagai pemberi perhatian, penghargaan, dan pemahaman terhadap konseli; pendamping dalam proses hafalan; penanam nilai ikhlas; pemberi ketenangan batin; pengembang keterampilan manajemen waktu; mediator; serta sahabat yang menerima tanpa penghakiman. Temuan ini menegaskan bahwa konselor sebaya memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga motivasi, membentuk karakter, dan mendukung keberhasilan santri dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. | en_US |