| dc.description.abstract | Pembangunan ekonomi Indonesia kini menitikberatkan pada pemerataan dan kemandirian desa melalui penguatan potensi lokal. Salah satu instrumen utamanya adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Namun, banyak BUMDes menghadapi kendala dalam pengelolaan dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini menganalisis tren pendapatan BUMDes Berkarya di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo pada periode 2020–2024, sebagai dasar evaluasi kinerja dan penguatan ekonomi desa ke depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren pendapatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkarya pada periode 2020–2024 di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendapatan BUMDes mengalami penurunan signifikan secara berturut-turut: tahun 2021 turun 44,54%, tahun 2022 turun 70,46%, tahun 2023 turun 92,13%, dan tahun 2024 turun 94,56%, dibandingkan tahun dasar 2020 dengan pendapatan sebesar Rp 422.357.800. Tren penurunan ini mencerminkan permasalahan serius dalam pengelolaan usaha, seperti ketidakefisienan operasional, lemahnya strategi bisnis, dan kurangnya adaptasi terhadap dinamika pasar. Jika tidak segera dilakukan perbaikan menyeluruh, keberlangsungan operasional BUMDes terancam. Oleh karena itu, diperlukan strategi konkret seperti evaluasi model bisnis, diversifikasi usaha, efisiensi biaya, penguatan manajerial, dan peningkatan inovasi agar BUMDes Berkarya dapat kembali berperan optimal dalam pembangunan ekonomi desa. | en_US |