Strategi Dakwah TGH. Sabarudin Melalui Syarhi Al-Qur’an di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Mertak Tombok Lombok Tengah
Abstract
Syarhil Al-Qur’an adalah dakwah secara tim yang masing-masing komponen memiliki fungsi dan tugas sendiri tapi terwujud dalam kebersamaan. Dalam Musabaqah Syarhil Al-Qur’an, penilaian cabang ini meliputi seluruh komponen yang ada. Terkadang ada yang pensyarahnya sangat potensial tapi tidak didukung komponen lain, maka tidak akan dapat penilaian maksimal secara tim, demikian pula sebaliknya. Karena syarhil Al-Qur’an adalah dakwah secara tim/kelompok maka sangat harus diperhatikan kebersamaan dan keserasian, seperti keserasian pakaian, kebersamaan dalam mengungkapkan sesuatu yang ada dalam isi syarahan, keserasian gaya dan lain-lain. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana strategi dakwah yang diterapkan TGH. Sabarudin melalui syarhil Al-Qur’an di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan bertujuan untuk menggambarkan, meringkas berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai fenomena realitas sosial di masyarakat, yang menjadi objek penelitian dan mencari suatu fenomena dengan data yang ditemukan di lapangan, selain itu juga peneliti menggunakan pendekatan studi kasus, studi kasus merupakan penyelidikan yang mendalam pada suatu unit sosial yang menghasilkan suatu gambaran yang lengkap, dan terorganisasi dengan baik mengenai unit tersebut. Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan tentang strategi dakwah TGH. Sabarudin melalui syarhi A-Qur’an di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Mertak Lombok dapat disimpulkan bahwa; Pertama, melakukan pembinaan dan pelatihan bagi kelompok syarhil Qur’an, yang dijadikan subyek dakwah. Kedua, membekali materi kepada para subyek dakwah yang ada dalam kelompkk syarhi Al-Qur’an untuk memberikan sentuhan emosinal melalui penjelasan ayat tentang pahala, memberikan sentuhan emosional melalui penjelasan ayat tentang siksa, menjelaskan ayat-ayat tentang alasan turunnya suatu perintah, menjelaskan ayat ayat tentang alasan turunnya suatu larangan, dan memberikan teladan yang baik sesuai isi Al-Qur’an yang disampaikan.
