Hubungan Pola Asuh Otoriter dan Pola Asuh Permisif dengan Perilaku Agresif Remaja di SMAN Plus Sukowono Jember
Abstract
Perilaku agresif remaja merupakan suatu keadaan emosi yang merupakan campuran perasaan frustasi dan benci atau marah. Hal ini didasari oleh keadaan emosi yang tinggi dari setiap orang dari keadaan emosional yang dapat diproyeksikan ke diri sendiri atau lingkungan. Menurut myers Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku agresif yaitu frustasi, pengaruh lingkungan, provokasi, dan pengaruh obat obatan terlarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh otoriter dan pola asuh permisif terhadap perilaku agresif remaja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Responden dalam penlitian berjumlah 145 siswa/i SMAN plus sukowono yang dipilih menggunakan teknik probolity sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen kuesioner yang mengukur pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan perilaku agresif remaja. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik regresi linier berganda untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pola asuh terhadap perilaku agresif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan pola asuh otoriter dengan perilaku agresif dengan nilai signifikasi sebesar 0,000 dengan nilai 0,000 dan nilai Fhitung 177,393 > Ftabel 3,120. Kemudian berdasarkan nilai R Square = 0.822 yang menunjukkan bahwa kontribusi pola asuh otoriter dan pola asuh permisif terhadap perilaku agresif remaja sebanyak 82,2% yang artinya terdapat 17,5% faktor lain yang dapat mempengaruhi kemandirian remaja.
