Interaksi Sosial Remaja Retardasi Mental
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan perilaku interaksi sosial remaja dengan retardasi mental. Interaksi sosial merupakan aspek krusial dalam perkembangan individu, namun remaja dengan retardasi mental seringkali menghadapi hambatan signifikan dalam membangun dan mempertahankan hubungan sosial yang efektif. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan melibatkan tiga orang remaja berretardasi mental sedang sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku interaksi sosial remaja dengan retardasi mental bervariasi, namun umumnya ditandai oleh inisiatif yang rendah dalam memulai interaksi, kesulitan memahami isyarat sosial non-verbal, keterbatasan dalam memelihara topik percakapan, serta preferensi untuk interaksi dengan individu yang sudah dikenal atau dalam lingkungan yang terstruktur. Faktor-faktor seperti tingkat keparahan retardasi mental, dukungan lingkungan (keluarga dan sekolah), serta program intervensi sosial yang diberikan berperan penting dalam membentuk pola interaksi mereka. Temuan ini menggarisbawahi perlunya intervensi yang terpersonalisasi dan lingkungan yang suportif untuk mengembangkan keterampilan interaksi sosial yang lebih adaptif pada remaja dengan retardasi mental, guna meningkatkan kualitas hidup dan partisipasi mereka dalam masyarakat.
