Kematangan Emosi Remaja Korban Broken Home
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi kematangan emosional pada remaja yang berasal dari keluarga broken home. Kematangan emosional merupakan kemampuan individu dalam mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara tepat, serta menjalin hubungan sosial yang sehat. Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang rentan terhadap gejolak emosional, terlebih ketika individu mengalami disfungsi keluarga, seperti perceraian orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian adalah seorang remaja berusia 22 tahun yang mengalami broken home sejak lahir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki tingkat kematangan emosional yang cukup baik. Subjek mampu mengenali dan mengelola emosi negatif, mempertahankan emosi positif, serta memiliki dukungan sosial yang berperan penting dalam proses regulasi emosinya. Selain itu, subjek menunjukkan motivasi untuk meraih tujuan hidup dan dapat mengekspresikan perasaan secara kontekstual. Faktor-faktor yang mendukung kematangan emosional tersebut meliputi kedekatan dengan figur pendukung, pengalaman hidup, dan kemampuan refleksi diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun berasal dari keluarga broken home, remaja tetap memiliki potensi untuk mencapai kematangan emosional dengan adanya dukungan dan strategi coping yang tepat.
