Show simple item record

dc.contributor.authorRoyhan, Muhammad
dc.date.accessioned2026-01-09T18:17:04Z
dc.date.available2026-01-09T18:17:04Z
dc.date.issued2025-08-16
dc.identifier.urihttp://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/451
dc.description.abstractIndonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi kelautan yang sangat besar, baik dari segi sumber daya alam maupun konektivitas antarwilayah. Pelabuhan sebagai sarana transportasi laut memegang peranan vital dalam mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi wilayah, termasuk sektor pariwisata. Pelabuhan Jangkar di Kabupaten Situbondo merupakan salah satu pelabuhan strategis yang menghubungkan Pulau Jawa, Madura, hingga Lombok. Meskipun memiliki potensi besar, pelabuhan ini belum dimanfaatkan secara optimal sebagai destinasi wisata. Padahal, jumlah kunjungan wisatawan ke Situbondo terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan upaya perancangan pelabuhan dengan penambahan fungsi wisata tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai sarana transportasi. Pendekatan arsitektur neo vernakular dipilih sebagai konsep desain, dengan mengadaptasi elemen budaya lokal Situbondo yang dikombinasikan dengan teknologi modern. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang fungsional, estetik, dan mencerminkan identitas lokal. Perancangan Pelabuhan Jangkar dengan pendekatan arsitektur neo vernakular diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata, memperkuat identitas budaya daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherIbrahimy Libraryen_US
dc.subjectPelabuhan, Pariwisata, Neo Vernakularen_US
dc.titlePerancangan Pelabuhan Wisata dengan Konsep Arsitektur Neo-Vernakular di Pelabuhan Jangkar Situbondoen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record