Hubungan Kompetensi Konselor Bersertifikat dengan Kualitas Layanan Bimbingan dan Konseling pada Pasien Rehabilitasi Narkoba di Rumah Merahputih Surabaya
Abstract
Kasus narkoba di Indonesia menempati kedudukan nomor tiga di seluruh dunia. Jawa Timur menjadi provinsi kedua dengan peningkatan tertinggi kemudian Surabaya menghadapi masalah serius terkait penyalahgunaan narkoba data terbaru menunjukkan bahwa kota ini menempati peringkat pertama dalam kasus narkoba di Jawa Timur. Lima tahun terakhir, 70% dari total kasus narkoba di Jawa Timur terjadi di Surabaya, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konselor bersertifikat terhadap layanan bimbingan dan konseling pada pasien rehabilitasi narkoba di Rumah Merah Putih Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Analisis data yang digunakan meliputi uji validitas dan reliabilitas instrumen, uji normalitas untuk mengetahui data pada penelitian ini bersifat normal, sehingga uji parametrik dapat digunakan, uji parametrik yang digunakan uji korelasional untuk mengetahui hubungan linier antar variabel dan uji regresi linier sederhana untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan valid dan reliabel. Uji korelasional menunjukkan bahwa koefisien r = 0,641 menunjukkan hubungan positif yang kuat dan uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa kompetensi konselor bersertifikat mempengaruhi layanan bimbingan dan konseling sebesar 39,7% sedangkan sisanya 60,3% dipengaruhi oleh variabel lain.
