Hubungan Shalat Hajat 12 Rakaat terhadap Kepatuhan Santri Pada Peraturan Pesantren di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan shalat hajat 12 rakaat terhadap kepatuhan santri pada peraturan pesantren. Kepatuhan santri merupakan aspek penting dalam proses pendidikan di pesantren yang tidak hanya berkaitan dengan kedisiplinan tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai spiritual. Shalat hajat sebagai ibadah sunnah memiliki potensi untuk mempengaruhi aspek psikologis dan moral santri yang pada akhirnya dapat berdampak pada tingkat kepatuhan mereka. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya kepatuhan sebagian santri dalam menjalankan tata tertib pondok pesantren, serta inisiatif dari pihak pesantren untuk mengadakan shalat hajat 12 rakaat sebagai bentuk pembinaan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian ini berjumlah 160 Santri Putri Asrama al-Iflah Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket dengan skala likert. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara intensitas pelaksanaan shalat hajat dan kepatuhan santri pada peraturan pesantren, dengan nilai korelasi pearson sebesar 0,973 dan signifikansi 0,000. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik ibadah yang dilakukan secara rutin dan ikhlas dapat membentuk sikap disiplin serta meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan. Dengan demikian, pelaksanaan shalat hajat dapat dijadikan sebagai salah satu strategi dalam membentuk karakter dan kedisiplinan santri di lingkungan pesantren.
