Teknik Pembesaran Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) pada Kolam Bundar Terpal di Tambak Zulfish
Abstract
Udang Vaname, merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki permintaan tinggi dipasar domestik maupun internasional. Budidaya udang Vaname telah menjadi usaha bisnis yang menjanjikan bagi para petani perikanan di Indonesia. Keberhasilan budidaya dalam usaha budidaya udang Vaname sangat dipengaruhi oleh teknik dan metode yang digunakan, salah satunya yakni penggunaan kolam bundar berbahan HDPE (High-Density Polyethylene). Budidaya udang vaname dengan stuktur Kolam bundar berbahan HDPE menawarkan berbagai keuntungan, yakni kemudahan dalam pengelolaan kualitas air, biaya terjangkau ketimbang kolam beton. Bentuknya yang bulat mendukung sirkulasi air yang lebih baik, membantu menjaga parameter kualitas air yang optimal untuk pertumbuhan udang. Dengan bahan terpal yang tahan lama dan mudah dibersihkan, kolam HDPE menjadi pilihan yang ideal bagi pembudidaya yang ingin meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Praktek kerja lapang (PKL) ini dilaksanakan dari tanggal 11 November 2024 hingga 13 Januari 2025 di Tambak zulfish, Desa Bugeman, Metode yang digunakan dalam PKL ini adalah survei, dengan teknik pengambilan data meliputi observasi, wawancara, dan partisipasi aktif dilapangan. Serta jenis data yang dipakai berupa data primer dan data sekunder. Tahapan kegiatan budidaya udang Vaname diawali dengan persiapan tambak yang mencakup kegiatan pembersihan, Persiapan air, pemupukan, hingga penebaran benur. Pemberian pakan pada udang dilakukan dengan menambahkan suplemen dan probiotik yang dicampur pada pakan. manajemen kualitas air mencakup pengukuran parameter suhu, salinitas, pH, dan penyiponan limbah didasar kolam serta penebaran probiotik cair pada perairan. Upaya pengendalian hama dan penyakit dilakukan melalui pemasangan pagar mengelilingi area tambak dan pembersihan lahan dari rumput liar. Kegiatan pemanenan udang vaname dilakukan dengan 2 metode yakni panen parsial dan panen total. budidaya ini dinilai optimal berdasarkan hasil panen dengan nilai efisiensi pakan (FCR) yang diperoleh 1,008 dengan berat biomassa udang yang dihasilkan yakni 5,2 ton dengan total pakan yang dihabiskan dalam satu siklus tersebut sebesar 5,3 ton.
