| dc.description.abstract | Pembenihan Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan tahap krusial dalam kegiatan budidaya untuk menjamin ketersediaan benih yang berkualitas.. Tujuan dari Praktik Kerja Lapang (PKL) ini adalah mengetahui secara langsung Teknik Pembenihan Ikan Lele (Clarias gariepinus), di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi. Kegiatan PKL dilakukan tanggal 12 November 2024 sampai 13 Januari 2025. dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan partisipasi. Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi telah mengembangkan teknik pembenihan yang efektif meliputi pemeliharaan induk, seleksi induk, pemijahan, penetasan telur, dan pemeliharaan larva. Induk jantan dan betina dipelihara dalam kolam yang berbeda dengan kepadatan 2-3 ekor/m2 , diberi pakan pelet yang tinggi akan kandungan protein (30-35%) untuk melaju kematangan gonad. Seleksi induk dilakukan berdasarkan kriteria fisik kematangan gonad dengan memilih betina berperut besar dan lunak sedangkan jantan memiliki kelamin berwarna merah serta kondisi sehat dan aktif. Pemijahan dilakukan secara alami (Natural spawning) menggunakan media bak viber ber ukuran panjang 110 Cm, lebar 80 Cm, dan tinggi 50 Cm dengan substrat kakaban untuk menempelkan telur. Setelah proses pemijahan induk dipisahkan agar mencegah kanibalisme. Penetasan telur berlangsung selama 24–36 jam pada suhu 28–30°C. Larva dipelihara dalam bak terkontrol dengan kepadatan 500– 700 ekor/m³ dan pemberian pakan alami (Cacing sutra) serta pakan buatan berbasis protein tinggi. Manajemen kualitas air meliputi parameter pH (6,5–8), oksigen terlarut (≥5 mg/L), dan kualitas suhu (28o – 31o C). Untuk menanggulangi hama dan penyakit dilakukan pemberian probiotik berupa larutan air garam dan larutan air daun pepaya dengan dosis 2,5 liter. Setelah usia 20 hari benih ikan lele dilakukan pemanenan untuk dipindah kekolam pendederan | en_US |