| dc.description.abstract | Dibalik peran BMT (Baitul Maal Wa Tanwil) yang dirasa begitu besar kontribusinya dalam menggerakkan roda perekonomian, khususnya menengah kebawah, BMT juga memiliki problematika yang kerap kali dialami, salah satu problematika tersebut ialah termasuk kredit macet. Seperti yang terlampir pada website resmi BMT UGT Capem Besuki. Lambatnya angsuran yang sangat sering terjadi pada BMT UGT Capem Besuki sudah menjadi alasan klasik bagi pihak BMT. Persoalan ini sudah menjadi santapan tiap kali adanya akad-akad pembiayaan, walaupun tidak semua peminjaman selalu bermasalah. Penelitia ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemberian pembiayaan di BMT UGT Capem Besuki apakah sudah menerapkan prinsip 5c dan 7p. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif dengan pendekatan analisis kualitatif. Penelitian ini berbentuk penelitian lapangan dengan menggunakan analisis data secara deskriftif dengan menggunakan data primer dan skunder. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis data. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian diketahui bahwa BMT UGT Capem Besuki menerapkan penilaian pembiayaan dengan menggunakan prinsip 5c dan 7p sebagai berikut: Charakter, Capacity, Capacital, Collateral, Condition. Dan prinsip 7p yaitu: | en_US |