| dc.description.abstract | Pemberian Insentif adalah setiap sistem kompensasi, dimana jumlah yang berkaitan tergantung dengan hasil yang dicapai, yang berarti menawarkan suatu insentif kepada karyawan untuk mencapai hasil yang baik. Sedangkan pelatihan kerja adalah suatu kegiatan dari perusahaan yang bermaksud untuk dapat memperbaiki dan mengembangkan sikap, tingkah laku, keterampilan dan pengetahuan para karyawan sesuai dengan keinginan. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini berfokus pada permasalahan tentang: 1) Pengaruh pemberian insentif yang positif secara parsial terhadap produktivitas kerja karyawan di KSPPS BMT NU Cabang Cermee. 2) Pengaruh pelatihan kerja yang positif secara parsial terhadap produktivitas kerja karyawan di KSPPS BMT NU Jawa Timur Cabang Cermee. 3) Pengaruh pemberian insentif dan pelatihan kerja yang positif secara simultan terhadap produktivitas kerja karyawan di KSPPS BMT NU Jawa Timur Cabang Cermee. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Berdasarkan analisis dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa pemberian insentif dan pelatihan kerja mempunyai pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap produktivitas kerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung 14,437 > atau nilai sig. 𝑓 = 0,02 < 0,05, H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan. Sedangkan pemberian insentif terhadap produktivitas kerja, dibuktikan dengan hasil uji t dengan nilai t hitung = 7,183 > 2,201atau nilai sig. = 0,00 < 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima, jadi variabel pemberian insentif memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja, pada variabel pelatihan kerja, diketahui t hitung =13,386 > 2,201atau nilai sig. = 0,00 < 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima, jadi variabel pelatihan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel pemberian insentif (X1) dan variabel pelatihan kerja (X2) berpengaruh terhadap variabel produktivitas kerja (Y). | en_US |