Integrasi Pemikiran Komputasi dan Pembelajaran Matematika dalam Kurikulum Sekolah Menengah Atas untuk Menghadapi Era Revolusi Industri 5.0
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan integrasi antara Pemikiran Komputasi dan Pembelajaran Matematika. Selain itu penelitian ini juga bertujuan mengetahui perbedaan antara pengguna metode konvensional dan Pemikiran Komputasi. Cara penyelesaian dengan Pemikiran Komputasi memang merupakan hal yang dianggap baru dalam pembelajaran, akan tetapi cara ini dapat memberikan pengaruh positif yang banyak, salah satunya dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang dimiliki oleh siswa.
Penelitian ini menggunakan metode gabungan (mix method), karena menggabungkan kualitatif dan kuantitatif dengan desain explanatory (penyajian secara kuantitatif kemudian kualitatif). Analisis data menggunakan SPSS dengan 7 uji (Normalitas Deskriptif, Linearitas, QQ-Plot, T-Test, Kolmogrov Smirnov, Paired Sample T-Test, dan Homogenitas). Hasil SPSS menunjukkan hasil yang signifikan dengan penggunaan Pemikiran Komputasi dengan mean 85,85, nilai signifikansi 0,335 pada uji linieritas, nilai signifikansi 0,00 pada uji T-Test, nilai signifikansi 0,200 pada uji kolmogrov Smirnov, nilai signifikansi 0,00 pada uji paired sample test dan 0,727 pada uji homogenitas serta sebaran titik mendekati garis pada uji QQ-Plot yang menandakan normalnya suatu penelitian. Sumber data menggunakan data primer (jawaban siswa dan wawancara) dan data sekunder (jumlah siswa di setiap lokasi penelitian).
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengguna model konvensional dan Pemikiran Komputasi serta memang ada keterkaitan antara Pemikiran Komputasi dan Pembelajaran Matematika. Hal ini sudah seharusnya menjadi PR bagi setiap pendidik untuk menerapkan cara terbaik ketika mentransfer ilmu yang mereka miliki, khususnya matematika.
