Show simple item record

dc.contributor.authorArifah, Siti Nur
dc.date.accessioned2026-01-15T00:43:15Z
dc.date.available2026-01-15T00:43:15Z
dc.date.issued2025-08-05
dc.identifier.urihttp://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/553
dc.description.abstractPenelitian ini dilatar belakangi oleh uniknya penerapan metode penilaian autentik yang dilakukan di SMP Negeri 1 Tapen selama Kurikulum Merdeka dengan sistem out door pada Mata Pelajaran PAI. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: (1) Bagaimana implementasi penilaian autentik dalam penerapan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 1 Tapen? (2) Apa saja faktor penghambat dan pendukung dari implementasi penilaian autentik pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 1 Tapen? Penelitian ini menggunakan penelitan kualitatif dengan jenis lapangan. Dalam pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Dengan metode-metode tersebut diharapkan dapat memperoleh data-data yang relevan yang sesuai dengan kebutuhan dalam penelitian yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tapen. Setelah data terkumpul kemudian dianalisa melalui metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa: (1) Implementasi penilaian autentik dalam penerapan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran PAI yaitu penerapannya didahului dengan tahap persiapan dan pelaksanaan. Persiapan yang dilakukan yakni guru mengkaji tujuan pembelajaran, materi, media, dan lain-lain. Pada tahap pelaksanaan dapat dilakukan dengan melakukan sistem pembelajaran terbuka dalam artian siswa dibawa untuk belajar di ruang terbuka seperti di halaman, di taman, di musholla dan lain-lain agar membawa suasana baru sambil menjelaskan tujuan pembelajaran dan model penilaian autentik yang digunakan. Pada kegiatan inti, guru PAI menerapkan penilaian unjuk kerja (performance), penilaian proyek dan penilaian portofolio, dan kegiatan akhir berupa kesimpulan dan pemberian motivasi belajar (2) Faktor pendukung antara lain adalah adanya guru PAI yang sarjana, mendapat dukungan dari kepala sekolah dan komite sekolah, kesiapan peserta didik, lingkungan belajar kondusif. Faktor penghambat dalam pengimplementasian tersebut adalah tidak meratanya pemahaman mengenai penilaian autentik serta sarana dan prasarana yang kurang memadai, alokasi waktu untuk pembelajaran PAI hanya satu minggu satu kali, kurangnya partisipasi wali murid.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherIbrahimy Libraryen_US
dc.subjectPenilaian Autentik, Kurikulum Merdeka, dan PAI.en_US
dc.titleImplementasi Penilaian Autentik (Authentic Assessment) pada Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Tapen Bondowoso Tahun Pelajaran 2024/2025en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record