Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau dari Rentabilitas, Solvabilitas dan Likuiditas
Abstract
Kinerja keuangan dapat diartikan sebagai suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Pegadaian (Persero) Pusat. Metode penelitian ini ditulis secara kuantitatif. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan PT. Pegadaian (Persero). Penelitian ini juga khusus menggambarkan rasio keuangan, yang terdiri dari rasio rentabilitas, solvabilitas dan likuiditas selama lima tahun terakhir dari 2020 sampai 2024. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa PT. Pegadaian (Persero) jika diukur dari Return on Assets dikategorikan sehat, karena mengalami peningkatan dimana perusahaan mampu mempertahankan peningkatan yang berkelanjutan selama tahun 2021 sampai 2024. Sedangkan jika diukur dengan Return on Equity dikategorikan sangat sehat dengan ROE yang mengalami peningkatan menunjukkan bahwa perusahaan semakin efisien dalam menghasilkan laba dari modal pemegang saham. Dan jika diukur dari Debt to Equity Ratio dikategorikan sehat, yaitu perusahaan berhasil mempertahankan struktur modal yang sehat. Dan jika diukur dengan Current Ratio dikategorikan sangat rendah, dimana perusahaan mengalami penurunan kemampuan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan aset lancar yang dimiliki, penurunan ini menunjukkan potensi adanya ketidakseimbangan antara aset lancar dan kewajiban lancar yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti peningkatan kewajiban lancar yang lebih tinggi daripada peningkatan aset lancar atau pengelolaan aset yang kurang efektif. Begitu pula jika diukur dengan Quick Ratio dikategorikan kurang sehat karena mengalami penurunan pada persediaan dan mengalami peningkatan pada utang lancarnya, karena jika mengalami persediaan yang berkurang dan peningkatan pada utang lancar akan berdampak negatif pada Quick Ratio karena persediaan tidak termasuk dalam perhitungan dan perusahaan mungkin memiliki lebih banyak utang jangka pendek yang perlu dibayar dalam waktu dekat.
