Show simple item record

dc.contributor.authorHermanto, Didik
dc.date.accessioned2026-01-29T06:58:25Z
dc.date.available2026-01-29T06:58:25Z
dc.date.issued2025-07-31
dc.identifier.urihttp://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/610
dc.description.abstractPermainan mesin capit boneka merupakan bentuk hiburan modern yang digemari oleh berbagai kalangan, terutama anak-anak dan remaja. Permainan ini mengandalkan kombinasi antara keterampilan, keberuntungan, dan keinginan emosional untuk mendapatkan hadiah berupa boneka. Dalam praktiknya, pemain harus menukarkan uang dengan koin untuk mengoperasikan mesin dalam batas waktu tertentu. Namun, tingkat keberhasilan dalam mendapatkan boneka sangat rendah, hanya sekitar 10%, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum Islam. Dari perspektif hukum Islam, permainan ini perlu ditinjau melalui unsurunsur gharar (ketidakpastian), maysir (unsur perjudian), dan aspek manfaat atau mudarat yang ditimbulkannya. Permainan ini memiliki kemiripan dengan praktik spekulatif karena hasil yang didapat tidak sebanding dengan uang yang dikeluarkan, dan sebagian besar pemain mengalami kerugian secara materi. Meskipun permainan ini tampak sebagai hiburan, potensi kecanduan dan kerugian finansial, khususnya bagi anak-anak, menimbulkan kekhawatiran. Dengan demikian, berdasarkan analisis dari segi hukum Islam, permainan mesin capit boneka mengandung unsur maysir dan gharar yang dominan, sehingga perlu diwaspadai dan dikaji lebih lanjut keabsahannya. Pengawasan serta edukasi kepada masyarakat, terutama anak-anak, sangat diperlukan agar permainan ini tidak melanggar prinsip-prinsip syariah dan tidak menimbulkan mudarat yang lebih besar dibanding manfaatnya.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherIbrahimy Libraryen_US
dc.subjectPermainan mesin capit boneka, hukum Islam.en_US
dc.titlePraktek Permainan Boneka Capit Prespektif Hukum Islamen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record