| dc.description.abstract | Membaca Al-Qur’an dituntut untuk kebenaran, kefasihan, kelancaran dalam artian sesuai dengan ilmu tajwid. Melihat kurangnya kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an, maka Lembaga Tahsin Asrama Tahfidzul Qur’an menerapkan pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan bacaan secara tahsin guna mempermudah kepada santri untuk peningkatan kemampuan membaca AlQur’an. Sebagaimana yang menjadi fokus penelitian yaitu tentang implemeentasi Tahsinul Qiro’ah dalam peningkatan kemampuan santri membaca Al-Qur’an. kemampuan santri membaca Al-Qur’an di Lembaga Tahsin Asrama Tahfidzul Qur’an Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.
Membaca secara tahsin adalah Kata Tahsin berasal dari hasana, yahsunu, tahsinan, yang berarti baik, bagus. kemudian jika dilihat dari pengertian kata tahsin itu sendiri berarti menjadi baik. Kata tahsin hampir sama dengan kata tajwid yang merupakan bentuk masdar dari fi'il madhi yang berarti menghaluskan, menyempurnakan, memperkuat.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, sehingga hasil diperoleh berupa data yang terurai. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.
Dari data yang diperoleh terdapat beberapa upaya yang dilakukan untuk peningkatan kemampuan bacaan santri yaitu berupa sarana, guru yang harus layak untuk mengajar, dan langkah-langkah dalam pembelajaran hingga tes kenaikan kelas dan juga penilaian.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dengan menggunakan bacaan secara tahsin sangat efektif dalam peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an pada santri di Lembaga Tahsin Asrama Tahfidzul Qur’an sebagaimana berikut: santri mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar tanpa terputus-putus sesuai kaidah tajwid, santri harus bisa lebih hati-hati didalam melafadzkan bacaanbacaan Al-Qur’an, santri juga dapat mengucapkan makhorijul huruf dengan tepat dan benar. | en_US |