| dc.description.abstract | Penerapan Contextual Teacing And Learning (CTL), merupakan salah satu cara guru agar peserta didik dapat mengaitkan antara materi dan pengalaman yang dimilikinya serta aktif saat bertanya dan mengajukan pendapat. Penerapan Contextual Teacing And Learning dalam pembelajaran fiqih dapat memberikan dampat yang lebih baik untuk peserta didik karena dapat mengaitkan hikmah wudhu dalam kehidupan sehari – hari. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan Contextual Teacing And Lerning pada mata pelajaran fiqih di kelas IX MTs Darul Musyawirien Pagerungan Sapeken Sumenep dan Untuk Mendeskripsikan Contextual Teacing and learning dalam meningkatkan Nalar Kritis Peserta didik pada mata pelajaran fiqih Kelas IX di MTs Darul Musyawirien Pagerungan Sapeken Sumenep.
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini, yakni: 1) Penerapan Contextual Teacing And Learning pada mata pelajaran fiqih di kelas IX MTs Darul Musyawirien dengan beberapa tahapan. Pertama, Guru menjelaskan teknik pelaksanaan contextual teacing and learning dalam keterampilan berwudhu. Kedua, Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok. Ketiga, peserta didik berdiskusi. Keempat, tiap kelompok ditanya tentang hasil diskusinya. Kelima, guru memberi penguatan dan menjelaskan materi. Keenam, guru memberikan penilain. Ketujuh. Guru mengadakan refleksi dan memberikan motivasi. 2) Peningkatan Nalar Kritis Peserta Didik Setelah Diterapkan nya Model CTL Pada Mata Pelajaran Fiqih di Kelas IX MTs Darul Musyawirien yakni Dapat dilihat dari hasil peningkatan Nalar Kritis peserta didik pada pra siklus, siklus I dan siklus II, Keseluruhan Nalar Kritis Peserta Didik pada pra siklus 23,66%, siklus I 42%, dan siklus II 62,33%. Dan peningkatanya dari pra siklus ke siklus I sebesar 18,34% dan siklus I ke siklus II sebesar 20,33%. Target yang di tetapkan peneliti sudah tercapai. | en_US |