| dc.description.abstract | Siswa di SMP Negeri 1 Arjasa memiliki minat, kesiapan, dan gaya belajar yang beragam dalam mengikuti mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Perbedaan ini menuntut adanya strategi pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar setiap siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berdiferensiasi, kendala yang dihadapi guru, serta dampaknya terhadap siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru PAI dan siswa kelas VII C di SMP Negeri 1 Arjasa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menyampaikan materi secara klasikal, namun dilengkapi dengan media pembelajaran yang beragam seperti visual, audio, dan audio-visual. Penggunaan media ini didasarkan pada hasil angket dan observasi yang menunjukkan mayoritas siswa memiliki gaya belajar kinestetik dan menyukai media audio-visual. Selain itu, guru juga menerapkan diferensiasi dalam pemberian tugas dengan membagi siswa ke dalam tiga kelompok berdasarkan hasil diagnosis awal kemampuan, yaitu kelompok tinggi, sedang, dan rendah. Setiap kelompok diberikan bentuk tugas yang berbeda namun tetap berfokus pada kompetensi yang sama. Strategi ini memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing sekaligus tetap merasa tertantang. Kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaannya adalah munculnya rasa kecemburuan antar siswa karena perbedaan tugas. Namun demikian, pembelajaran berdiferensiasi memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kepribadian siswa, seperti rasa percaya diri dan kemandirian, serta berdampak pada hasil belajar yang lebih baik. | en_US |