| dc.contributor.author | Zainuddin | |
| dc.date.accessioned | 2026-04-16T02:30:51Z | |
| dc.date.available | 2026-04-16T02:30:51Z | |
| dc.date.issued | 2025-08-02 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/751 | |
| dc.description.abstract | Naik adalah perkawinan yang dilakukan seorang pria dan seorang wanita dengan cara seorang laki-laki membawa wanita kerumah Tengku Imem (tokoh agama) tanpa sepengetahuan orang tua pihak wanita. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang pertama adanya patokan mahar yang terlalu tinggi, kedua, adanya perselisihan (tidak akur) diantara dua belah pihak, ketiga tidak mendapatkan restu dari orang tua dan yang terakhir adanya pergaulan bebas yang menyebabkan hamil diluar nikah. Dari pemaparan di atas maka peneliti memfokuskan pada dua fokus penelitian yaitu: (1). Bagaimana peraktek pernikahan naik di Desa Persada Tongra Kecamatan Terangun Kabupaten Gayo-Lues Provinsi Aceh. (2). Bagaimana pandangan hukum islam dan hukum adat terhadap pernikahan naik. Penelitian yang dilakukan peneliti merupakan penelitian terjun kelapangan (field research) yang sumber datanya diambil melalui objek penelitian secara langsung di daerah penelitian. Adapun metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif yaitu dengan cara observasi wawancara dokumentasi dan pengumpulan data kesimpulan dari hasil penelitian yang peneliti lakukan setelah melakukan telah lebih lanjut bahwa peraktek pernikahan naik ini melewati beberapa langkah yang pertama ketika ingin melakukan naik harus ada kesepakatan antara calon mempelai laki-laki dan calon mempeleai peremuan bahwa mereka ingin melakukan nikah naik setelah ada kesepakatan bersama lalu seorang laki-laki membawa seorang wanita yang ingin dinikahinya kerumah tengku imem (tokoh agama) guna untuk minta dinikahankan dan perniakahan seperti ini biasanya terjadi karena ada beberapa faktor salah satunya karna tidak mendapat restu dari kedua orang tua mereka. Dan hukum melakukan nikah naik adalah boleh dilakukan karna pernikahan naik ini juga memenuhi rukun dan syarat namun caranya yang menyimpang kalu di pandang dari segi ‘urf. | en_US |
| dc.language.iso | other | en_US |
| dc.publisher | Ibrahimy Library | en_US |
| dc.subject | Hukum Islam Pernikahan Naik Peraktek Pernikahan Naik | en_US |
| dc.title | Perspektif Hukum Islam dan Hukum Adat terhadap Pernikahan Naik (Studi Kasus di Desa Persada Tongra, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues) | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |