| dc.description.abstract | Krisis ekonomi 2008 memicu pencarian alternatif sistem keuangan, menghasilkan munculnya Bitcoin sebagai mata uang digital pertama. Bitcoin, dengan mekanisme halving dan jumlah terbatas, menawarkan solusi terhadap inflasi dan telah mencapai kapitalisasi pasar signifikan. Namun, di Indonesia, rendahnya literasi keuangan dan kurangnya edukasi tentang cryptocurrency menimbulkan skeptisisme dan hambatan dalam adopsi Bitcoin sebagai alternatif investasi. Penelitian ini mengkaji potensi dan tantangan Bitcoin di tengah rendahnya pemahaman masyarakat Indonesia tentang aset digital ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memprediksi tren minat masyarakat Indonesia terhadap Bitcoin dalam menghadapi Bitcoin Halving 2024. Dengan menggunakan data dari Google Trends periode 2014-2024, penelitian ini menerapkan metode Knowledge Discovery in Database (KDD) dan algoritma forecasting double exponential untuk mengolah dan memprediksi data. Total 121 record data bulanan dianalisis menggunakan bahasa pemrograman Python di Jupyter Notebook. Hasil penelitian menunjukkan akurasi model yang cukup baik, dengan nilai RMSE test dan train sebesar 14,907 dan 7,184, serta nilai MAPE train dan test sebesar 0,313 dan 0,861. Implementasi model menggunakan framework Streamlit memungkinkan prediksi berbasis web yang interaktif. Hasil prediksi menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap Bitcoin, dengan titik puncak diproyeksikan pada September 2024 dengan nilai 48,5, dan titik terendah pada Agustus 2025 dengan nilai 17,9. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pemangku kepentingan dalam mengantisipasi dan merespon tren minat masyarakat Indonesia terhadap Bitcoin, khususnya menjelang Bitcoin Halving 2024. Temuan ini dapat membantu dalam pengembangan strategi adopsi aset kripto, edukasi masyarakat, dan perumusan kebijakan terkait cryptocurrency di Indonesia. | en_US |