| dc.description.abstract | Indonesia, sebagai negara kepulauan yang didominasi oleh wilayah perairan, menghadapi risiko tinggi terhadap bencana alam. Kabupaten Jember di Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang rawan mengalami bencana seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi, dengan data menunjukkan peningkatan frekuensi kejadian setiap tahunnya. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan pendekatan yang lebih proaktif dan akurat dalam memetakan daerah rawan bencana. Salah satu metode yang diusulkan adalah penerapan algoritma K-Means Clustering untuk pemetaan daerah rawan bencana di Kabupaten Jember. Metode ini menggunakan teknik data mining untuk menganalisis data historis, mengidentifikasi pola, dan mengelompokkan wilayah berdasarkan tingkat kerentanannya terhadap bencana. Dengan dukungan teknologi GIS, hasil pemetaan ini dapat divisualisasikan dalam bentuk peta interaktif dan dinamis yang dapat digunakan oleh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran, kesiapsiagaan, dan efektivitas respons bencana di Kabupaten Jember. | en_US |