Implementasi Metode SAW dan AHP Penentuan Kamar Ternakal pada Pelanggaran Sub Ubudiyah
Abstract
Pendidikan pesantren tidak hanya berfokus pada ilmu keagamaan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kedisiplinan, khususnya dalam hal pelaksanaan ibadah (ubudiyah). Di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, pelanggaran ubudiyah seperti tidak berjamaah, keterlambatan, gaduh saat ibadah, dan shaf kosong menjadi indikator penting dalam penilaian kedisiplinan santri. Namun, proses manual dalam mencatat dan menilai pelanggaran santri sering kali menyulitkan pengurus dan kurang efisien. Untuk menangani masalah ini, diperlukan suatu Sistem pendukung keputusan yang mampu meningkatkan objektivitas dalam proses penilaian pelanggaran. Penelitian ini menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menetapkan bobot kriteria pelanggaran dan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk mengurutkan kamar berdasarkan jumlah serta jenis pelanggaran. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara langsung pada pengurus ubudiyah, lalu diolah sebagai dasar pengembangan sistem. Dari studi ini mengindikasikan bahwa sistem yang dibuat mampu memperbaiki akurasi, efisiensi, dan efektivitas dalam menentukan kamar dengan tingkat pelanggaran tertinggi (kamar ternakal) secara sistematis dan terukur.
