| dc.description.abstract | Pemilihan kepala daerah (PILKADA) Kabupaten Situbondo tahun 2024 menjadi salah satu momen penting dalam dinamika demokrasi daerah. Media sosial, khususnya TikTok, digunakan secara luas oleh masyarakat untuk menyampaikan opini, baik positif, netral, maupun negatif terhadap kandidat. Namun, banyaknya komentar tanpa penyaringan menimbulkan beragam persepsi yang sulit dipetakan. Kondisi ini mendorong penelitian untuk menganalisis sentimen masyarakat melalui pendekatan data mining, sehingga opini publik dapat dikaji secara lebih objektif dan bermanfaat bagi strategi komunikasi politik.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Data penelitian diperoleh melalui teknik web scraping dari 494 komentar TikTok yang membahas PILKADA Situbondo. Data yang terkumpul diproses melalui tahapan text preprocessing seperti cleansing, case folding, tokenizing, stopword removal, dan stemming. Selanjutnya, data diklasifikasikan menggunakan algoritma Multinomial Naive Bayes dengan pembagian 80% data latih dan 20% data uji. Evaluasi kinerja model dilakukan menggunakan confusion matrix serta metrik akurasi, presisi, recall, dan f1-score.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model klasifikasi berbasis Naive Bayes mampu mengklasifikasikan sentimen dengan akurasi sebesar 70,59%. Kinerja model lebih baik dalam mengidentifikasi sentimen positif dibandingkan netral, yang masih sulit diklasifikasikan secara tepat. Temuan ini membuktikan bahwa metode Naive Bayes cukup efektif dalam pemetaan opini publik berbasis media sosial, meskipun masih terdapat ruang pengembangan melalui optimalisasi algoritma atau penambahan variasi dataset. Temuan ini dapat dimanfaatkan oleh kandidat, tim kampanye, maupun penyelenggara pemilu dalam merancang strategi komunikasi politik yang lebih tepat sasaran. | en_US |