Pendekatan Konseling Keluarga untuk Meningkatkan Kematangan Emosional Remaja Korban Broken Home di Desa Pajanangger Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep
Abstract
Remaja yang mengalami broken home cenderung mengalami hambatan dalam kematangan emosional akibat kurangnya dukungan dari keluarga. Kematangan emosional sangat penting bagi remaja untuk dapat mengelola emosi, mengambil keputusan secara dewasa, dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kematangan emosional remaja korban broken home melalui pendekatan konseling keluarga. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konseling keluarga secara bertahap mampu meningkatkan kemampuan remaja dalam mengenali dan mengelola emosinya. Dengan demikian, pendekatan konseling keluarga efektif digunakan sebagai intervensi untuk membantu meningkatkan kematangan emosional pada remaja korban broken home.
