Show simple item record

dc.contributor.authorNur Aisyah, Faulina
dc.date.accessioned2026-01-07T17:26:26Z
dc.date.available2026-01-07T17:26:26Z
dc.date.issued2025-07-29
dc.identifier.urihttp://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/362
dc.description.abstractRemaja yang mengalami broken home cenderung mengalami hambatan dalam kematangan emosional akibat kurangnya dukungan dari keluarga. Kematangan emosional sangat penting bagi remaja untuk dapat mengelola emosi, mengambil keputusan secara dewasa, dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kematangan emosional remaja korban broken home melalui pendekatan konseling keluarga. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konseling keluarga secara bertahap mampu meningkatkan kemampuan remaja dalam mengenali dan mengelola emosinya. Dengan demikian, pendekatan konseling keluarga efektif digunakan sebagai intervensi untuk membantu meningkatkan kematangan emosional pada remaja korban broken home.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherIbrahimy Libraryen_US
dc.subjectBroken home, Kematangan Emosional, Remaja, Konseling Keluargaen_US
dc.titlePendekatan Konseling Keluarga untuk Meningkatkan Kematangan Emosional Remaja Korban Broken Home di Desa Pajanangger Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenepen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record