View Item 
    •   Home
    • Dissertations and Theses
    • Undergraduate Theses
    • Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
    • Program Studi Hukum Keluarga Islam
    • View Item
    •   Home
    • Dissertations and Theses
    • Undergraduate Theses
    • Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
    • Program Studi Hukum Keluarga Islam
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 1/YUR/AG/2018 tentang Hak Waris Beda Agama Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif

    Thumbnail
    View/Open
    Full Teks (4.649Mb)
    Date
    2025-08-23
    Author
    Febrian, Fran
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kewarisan beda agama merupakan salah satu permasalahan yan lahir dari pluralistiknya hukum di Indonesia terutama penyelesaiannya menggunakan Hukum Islam dan Hukum positif. Dengan lahirnya Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 1/Yur/Ag/2018 menjadi jawaban dalam memberikan kepastian hukum terkait kedudukan ahli waris beda agama dengan pewaris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam putusan yurisprudensi Mahkamah Agung tersebut, serta mengkaji bagaimana perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia terhadap pertimbangan hakim pada yurisprudensi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Data primer berupa yurisprudensi Mahkamah Agung, peraturan perundang-undangan terkait, dan putusan pengadilan, sedangkan data sekunder meliputi literatur hukum Islam, buku-buku hukum waris, dan jurnal ilmiah. Analisis yang dilakukan menggunakan metode deskriptif-analitis untuk mengkaji ketentuan hukum waris dalam Islam dan hukum positif Indonesia serta relevansinya terhadap yurisprudensi sebagai objek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapat hakim pada yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 1/Yur/Ag/2018 tidak bertentangan dengan Hukum Islam berdasarkan pendapat salah satu sahabat yang membolehkan waris beda agama. Proses penyelesaian yang ditawarkan ada dua yaitu proses kewarisan sebagaimana biasa dan proses penyelsaian menggunakan konsep wasiat wajibah. Sedangkan, hukum positif Indonesia memberikan satu alternatif melalui mekanisme wasiat wajibah sebagai solusi yang terbaik untuk menjaga harmmonisasi dan menjamin keadilan bagi ahli waris beda agama.
    URI
    http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/664
    Collections
    • Program Studi Hukum Keluarga Islam

    Ibrahimy Library copyright © 2024 
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    Atmire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    Ibrahimy Library copyright © 2024 
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    Atmire NV