Show simple item record

dc.contributor.authorFiqri, Syahfitroh
dc.date.accessioned2026-04-16T02:28:59Z
dc.date.available2026-04-16T02:28:59Z
dc.date.issued2025-08-15
dc.identifier.urihttp://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/747
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan hukum Islam terhadap praktik pernikahan beda suku dalam adat Betawi, khususnya di Kali Abang Dukuh, Kecamatan Medan Satria, Kelurahan Pejuang, Kota Bekasi. Dalam konteks masyarakat Betawi yang dikenal kuat memegang tradisi, pernikahan antar suku seringkali memunculkan dilema antara norma adat dan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat Betawi secara umum memiliki keterbukaan terhadap pernikahan beda suku, namun di daerah penelitian masih terdapat komunitas yang mempertahankan larangan adat terhadap pernikahan dengan suku lain demi menjaga silaturahmi dan warisan leluhur. sad Namun, dalam adat Betawi, meskipun tidak ada larangan eksplisit, faktor kesesuaian budaya, kekerabatan, dan nilai sosial sering menjadi pertimbangan penting dalam menerima atau menolak pernikahan beda suku. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hukum Islam memberikan landasan inklusif dan universal terhadap pernikahan beda suku, sementara adat Betawi cenderung menekankan aspek keharmonisan sosial dan kelestarian tradisi.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherIbrahimy Libraryen_US
dc.subjectPernikahan Beda Suku, Adat Betawi, Hukum Islam, Kafa’ah, ’Urf.en_US
dc.titlePerspektif Hukum Islam terhadap Pernikahan Beda Suku pada Adat Betawi (Studi Kasus di Kali Abang Dukuh, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record