View Item 
    •   Home
    • Dissertations and Theses
    • Undergraduate Theses
    • Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
    • Program Studi Hukum Keluarga Islam
    • View Item
    •   Home
    • Dissertations and Theses
    • Undergraduate Theses
    • Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
    • Program Studi Hukum Keluarga Islam
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perspektif Hukum Islam terhadap Tradisi Pencatatan Lalabet Kematian (Studi Kasus di Dusun Penjalinan, Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo)

    Thumbnail
    View/Open
    Full Teks (3.604Mb)
    Date
    2025-08-16
    Author
    Zahro, Fatimatus
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Syariat Islam mengajarkan bahwa setiap manusia pasti akan mengalami kematian yang tidak diketahui waktunya, karena kematian merupakan sebuah keniscayaan dan kepastian yang akan dilalui oleh seluruh manusia sebelum berlanjut pada kehidupan selanjutnya, yaitu kehidupan akhirat. Sebagai makhluk yang sebaik-baik di mata Allah SWT dan ditempatkan pada derajat yang tinggi maka Islam sangat menghormati orang muslim yang telah meninggal dunia. Dalam hal tersebut apabila ada seseorang yang meninggal dunia kita sebagai umat muslim disunnahkan untuk bertakziyah kepada keluarga mayyit. Salah satu bentuk dalam melakukan takziyah adalah meringankan beban keluarga yang terkena musibah seperti membuat makanan bagi keluarga karena mereka sibuk dengan musibah yang menimpanya dan sulit bagi mereka menyiapkan makanan bagi keluarganya, takziyah sendiri memiliki ari menghibur, menyabarkan keluarga mayyit dan mengurangi bebannya karena telah ditimpa musibah. Takziyah mempunyai maksud yang sama dengan lalabet. Namun, tradisi lalabet yang lumrah terjadi di Dusun Penjalinan Desa Kedunglo Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo ini tergolong unik, karena setiap pelayat yang datang ke rumah duka dan membawa beras ataupun yang lainnya akan dicatat oleh ahlul bait dan dianggap hutang. Dalam skripsi ini penulis menyajikan fokus penelitian yang meliputi bagaimana praktik tradisi pencatatan lalabet kematian di Dusun Penjalinan Desa Kedunglo Kecamatan Asembagus serta bagaimana perspektif hukum Islam menanggapi tradisi tersebut. Skripsi ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana praktik tradisi pencatatan lalabet kematian dan menjelaskan tentang bagaimana perspektif hukum Islam terhadap tradisi pencatatan lalabet kematian yang berkembang di Dusun Penjalinan Desa Kedunglo Kecamatan Asembagus. Dalam penelitian ini juga peneliti xvii menggunakan pendekatan kualitatif, karena merupakan penelitian yang dilakukan di lapangan, maka penulis menggunakan sumber data primer dan sekunder serta strategi yang dipakai oleh peneliti adalah studi kasus. Dari penelitian yang dilakukan, terdapat kesimpulan tentang praktik tradisi pencatatan lalabet kematian, yaitu adanya pencatatan yang dianggap hutang serta dalam kacamata perspektif hukum Islam, adanya tradisi tersebut tidak boleh karena bertentangan dengan syariat Islam.
    URI
    http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/755
    Collections
    • Program Studi Hukum Keluarga Islam

    Ibrahimy Library copyright © 2024 
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    Atmire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    Ibrahimy Library copyright © 2024 
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    Atmire NV