Perancangan Museum Kereta Api Bondowoso dengan Konsep Reuse Bangunan Terbengkalai dengan Pendekatan Arsitektur Hijau
Abstract
Bondowoso memiliki sejarah penting dalam perkeretaapian Jawa Timur, salah satunya melalui bangunan stasiun peninggalan kolonial yang kini terbengkalai. Kondisi tersebut menyebabkan nilai sejarah dan potensi kawasan belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk itu, dirancang Museum Kereta Api Bondowoso sebagai upaya revitalisasi yang berfungsi sebagai sarana edukasi, rekreasi, sekaligus pelestarian budaya. Perancangan menggunakan konsep reuse bangunan terbengkalai dengan pendekatan arsitektur hijau. Tujuannya adalah mengurangi limbah konstruksi, mempertahankan identitas arsitektur kolonial, serta menghadirkan bangunan yang hemat energi dan ramah lingkungan. Strategi desain yang diterapkan meliputi pemanfaatan kembali struktur lama, penggunaan material eksisting, optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami, serta penambahan vegetasi untuk mendukung kenyamanan ruang. Hasil perancangan menghadirkan museum dengan zonasi utama berupa ruang pamer koleksi kereta api, ruang edukasi, area publik, dan peron sebagai ruang display terbuka. Desain menggabungkan karakter kolonial dengan prinsip arsitektur hijau sehingga tercipta bangunan yang fungsional, berkelanjutan, dan tetap menjaga nilai sejarah. Museum ini diharapkan dapat menjadi media pelestarian, pusat edukasi transportasi, sekaligus destinasi wisata baru bagi masyarakat.
