Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Penyesuaian Diri Santri Baru Pondok Pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok Lombok Tengah
Abstract
Berkaitan dengan penyesuaian diri remaja erat kaitannya dengan kecerdasan emosi, dapat dilihat dari bagaimana individu mampu memberi kesan yang baik tentang dirinya, serta mampu mengungkapkan emosi dengan baik, dapat mengendalikan perasaan serta mampu mengungkapkan perasan emosinya sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi sehingga kondisi dirinya dan lingkungan dapat berjalan dengan efektif, didalam proses penyesuain diri ada beberapa hal yang mempengaruhi seperti keamampuan individu untuk mengekspresikan emosi secara tepat tanpa merugikan orang lain atau masyarakat sekitar dimana individu tinggal, yang dimna kecerdasan emosi adalah proses yang mencakup kemampuan individu dalam membedakan dan menanggapi dengan tepat suasana hati, beragamnya tempramen, motivasi dan hasrat pribadi yang lebih menekankan pada aspek kognisi atau pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kecerdasan emosi dengan penyesuaian diri santri baru pondok pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan design penelitian berupa korelasional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah semua santri baru Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak Tombok Lombok Tengah yang berjumlah 112 dari populasi yang berjumlah 112 orang dengan menggunakan teknik sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan skala kecerdasan emosi dan skala penyesuaian diri. Analisis hasil penelitian ini menggunakan Regresi linear sederhana. Hasil penelitian pada santri baru Pondok Pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok Lombok Tengah menunjukkan bahwa variabel kecerdasan emosi dengan penyesuaian diri memiliki hubungan yang signifikan, yang dimana kecerdasan emosi memiliki kontribusi sebesar 27,2% terhadap penyesuain diri santri baru, yang dimana semakin baik kecerdasan emosi santri baru maka semakin baik pula penyesuaian diri santri baru di lingkungan pesantren.
