Perancangan Pabrik Tahu dengan Konsep Industrial di Desa Tambak Ukir Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo
Abstract
Industri tahu di Indonesia umumnya masih dikelola secara tradisional dengan keterbatasan fasilitas, sehingga kualitas produk dan kenyamanan kerja belum optimal. Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo memiliki potensi sumber daya kedelai yang cukup, namun belum didukung oleh fasilitas produksi yang modern dan terencana. Oleh karena itu, diperlukan perancangan pabrik tahu yang mampu menjawab kebutuhan produksi yang efisien sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan kerja serta mendukung perkembangan ekonomi lokal.
Perancangan ini menggunakan pendekatan arsitektur industrial yang menekankan pada efisiensi fungsi, kejujuran material, serta penyesuaian antara aspek produksi dan kenyamanan pengguna. Metode yang digunakan meliputi analisis tapak, analisis aktivitas, serta penerapan prinsip desain pasif seperti pencahayaan alami, ventilasi silang, dan pemanfaatan material lokal untuk menciptakan bangunan yang berkelanjutan.
Hasil perancangan menunjukkan bahwa pabrik tahu dengan konsep industrial mampu meningkatkan efisiensi proses produksi, menciptakan lingkungan kerja yang lebih higienis dan nyaman, serta menghadirkan identitas arsitektur yang selaras dengan budaya lokal. Selain itu, keberadaan pabrik diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja, serta menjadi ikon desa dalam pengembangan industri pangan berbasis potensi lokal.
