Penerapan Metode Explicit Instruction untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswi Qiro’atuna Jilid V di Asrama Al-Khuzaimah Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo Situbondo Tahun Pelajaran 2025
Abstract
Realita yang ada saat ini, banyak ditemukan siswi qira’atuna yang kurang lancar dalam membaca Al-Qur’an. Hal ini disebabkan kurangnya siswi melatih lisan dan mengangkat suara saat mengaji. Padahal jika dikaji lebih dalam, hal tersebut merupakan faktor yang dapat memperbagus bacaan Al-Qur’an. Selain itu, belajar kelompok menjadi solusi agar siswi tidak merasakan bosan dan meminimalisir siswi berbicara dengan temannya didalam kelas saat pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan Metode Explicit Instruction dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswi Qira’atuna jilid V di Asrama AlKhuzaimah dan juga untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswi Qira’atuna jilid V di Asrama Al-Khuzaimah. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sedangkan, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes yang dilakukan berupa tes lisan yaitu siswi disuruh membaca Al-Qur’an secara bergiliran. Observasi yang dilakukan yaitu saat proses pembelajaran didalam kelas berlangsung. Hal yang diamati dalam kegiatan observasi yakni kegiatan guru dan peserta didik. Dokumentasi yang dilampirkan berupa daftar nilai siswi. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan metode Explicit Instruction di Asrama Al-Khuzaimah Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo meliputi kegiatan mempersiapkan Rencana Pembelajaran Pendidikan (RPP), pembentukan kelompok belajar dan persiapan media dan bahan ajar yang akan digunakan. Hal ini bertujuan untuk memperlancar kegiatan selama proses pembelajaran berlangsung agar efektif. Hasil kemampuan membaca Al-Qur’an pada tiap siklusnya ada peningkatan nilai persentase. Dengan rincian, Pada pra siklus diperoleh nilai 46,7% (13 siswi tuntas dan 18 siswi belum), siklus I presentase yang diperoleh sebesar 76,5% (21 siswi tuntas dan 10 siswi belum), dan pada siklus II presentase yang diperoleh sebesar 93,5% (27 siswi tuntas dan 3 siswi belum).
