Analisis Karakteristik Total Bakteri, Kima dan Sensori Ikan Kurisi Marinasi Selama Penyimpanan Dingin
Abstract
Ikan kurisi (Nemipterus hexodon) adalah jenis ikan laut demersal yang banyak ditemui di perairan pantai Indonesia. Ikan ini bernilai tinggi karena protein yang baik dan tekstur dagingnya cocok untuk berbagai olahan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Situbondo (2017) produksi ikan kurisi lokal pada tahun 2017 mencapai sampai 884,64 ton. Namun ikan kurisi mudah mengalami pembusukan akibat aktivitas enzim dan mikroorganisme. Salah satu upaya untuk memperlambat aktivitas enzim dan mikroorganisme ialah dengan dilakukannya penyimpanan dingin. Penyimpanan dingin dapat memperlambat kerusakan tetapi tidak sepenuhnya menjaga penurunan mutu. Salah satu alternatif untuk memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas ikan kurisi ialah dengan proses marinasi. Marinasi tidak hanya berfungsi memperkaya cita rasa tetapi juga efektif dalam menurunkan nilai TVBN dan TPC pada ikan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengevaluasi perubahan mutu ikan kurisi marinasi selama penyimpanan dingin Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan lama penyimpanan dingin ikan kurisi marinasi yang terdiri dari 5 perlakuan P0 (0 hari), P1 (2 hari), P2 (4 hari), P3 (6 hari) dan P4 (8 hari). Parameter yang diamati dalam penulisan ini adalah nilai TPC, TVBN, pH, organoleptik ikan segar, organolptik hedonik dan drip loss kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis statistik dapat dilihat dari nilai p (probabilitas). Jika nilai p0,05 maka perlakuan yang dilakukan tidak berpengaruh nyata Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penyimpanan dingin ikan kurisi marinasi berpengaruh nyata (p0,05) terhadap hasil pengujian hedonik ikan kurisi marinasi.
