View Item 
    •   DSpace Home
    • Dissertations and Theses
    • Undergraduate Theses
    • Fakultas Sosial dan Humaniora
    • Program Studi Hukum
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Dissertations and Theses
    • Undergraduate Theses
    • Fakultas Sosial dan Humaniora
    • Program Studi Hukum
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Pengaturan Hukum Tindak Pidana Cyber Crime Phising di Indonesia Berdasarkan Prespektif Hukum Responsif

    Thumbnail
    View/Open
    Full teks (3.854Mb)
    Date
    2025-07-15
    Author
    Lailiyah, Fajrotul
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Phising merupakan salah satu bentuk kejahatan cyber yang mengalami perkembangan pesat, memiliki beragam modus operandi, serta bertujuan memperoleh keuntungan pribadi melalui penipuan dan manipulasi korban di ruang elektronik. Kompleksitas kejahatan ini menimbulkan persoalan hukum, terutama terkait kesesuaian makna phising dalam kerangka konsep kejahatan cyber dengan norma hukum yang berlaku. Penelitian ini menganalisis masalah makna phising dalam perspektif kejahatan cyber serta menilai sejauh mana norma hukum di Indonesia, khususnya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dapat mengakomodasi praktik phising. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan menelaah bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder berupa literatur ilmiah, serta studi dokumen putusan pengadilan, khususnya Putusan Nomor 28/Pid.Sus/2021/PN Semapura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan mengenai tindak pidana phising di Indonesia belum diatur secara spesifik dan menyeluruh. Beberapa ketentuan dalam UU ITE, seperti Pasal 28 ayat (1), kerap dijadikan dasar untuk menjerat pelaku, namun belum mampu mencakup seluruh bentuk dan variasi kejahatan phising modern. Demikian pula, KUHP, UU PDP, serta regulasi sektoral dari OJK, Kominfo, dan BI lebih menekankan pada perlindungan sistem dan konsumen, tetapi masih belum memberikan kepastian hukum yang tegas dalam penanggulangan phising. Dengan demikian, diperlukan pembaruan regulasi, khususnya dalam UU ITE, agar dapat mengatur tindak pidana phising secara eksplisit dan komprehensif demi menjamin kepastian hukum dan perlindungan optimal bagi masyarakat.
    URI
    http://repository.ibrahimy.ac.id/handle/123456789/541
    Collections
    • Program Studi Hukum

    Ibrahimy Library copyright © 2024 
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    Atmire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    Ibrahimy Library copyright © 2024 
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    Atmire NV