| dc.description.abstract | Kombucha merupakan minuman yang berfungsi untuk meningkatkan bakteri baik untuk tubuh yang kaya akan antioksdian. Minuman ini umumnya terbuat dari bahan utama berupa teh hitam, teh hijau atau teh oolong ditambahkan dengan rumput laut Eucheuma cottonii kemudian difermentasi selama beberapa hari. Rumput laut Eucheuma cottonii dikenal kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi waktu fermentasi: P0 (tanpa fermentasi), P1 (6 hari), P2 (8 hari), P3 (10 hari) dan P4 (12 hari). Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH dengan spektrofotometri UV-Vis, sedangkan skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif terhadap senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi berpengaruh nyata (p≤0,05) terhadap aktivitas antioksidan. Nilai tertinggi diperoleh pada P3 (10 hari) sebesar 40,37%, diikuti P4 (39,09%), P2 (38,55%), P1 (29,97%), dan P0 (8,67%). Uji fitokimia menunjukkan seluruh sampel positif mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid dengan intensitas yang bervariasi antarperlakuan. Lama fermentasi meningkatkan kadar flavonoid dan tanin hingga hari ke-10, kemudian cenderung menurun. Saponin terdeteksi stabil pada semua perlakuan, sedangkan alkaloid mengalami penurunan intensitas seiring fermentasi. Berdasarkan hasil tersebut, fermentasi selama 10 hari direkomendasikan sebagai waktu terbaik untuk menghasilkan kombucha rumput laut dengan aktivitas antioksidan optimal dan kandungan fitokimia yang tinggi. | en_US |